Polisi Tangkap Oknum Notaris Komplotan Mafia Tanah di Bali

Aditya Mardiastuti - detikNews
Selasa, 26 Nov 2019 07:05 WIB
Foto: Notaris komplotan mafia tanah di Bali. Dok. Istimewa
Denpasar - Seorang notaris di Denpasar, Bali, I Putu Hamirta, ditangkap polisi kasus penipuan dan penggelapan tanah. Hamirta diduga membantu tersangka lainnya untuk menerbitkan sertifikat hak milik (SHM) tanah palsu.

"Peran tersangka ini mengetahui pada saat pembuatan PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) bahwa yang ditransaksikan adalah fotokopi tanpa ada SHM asli," kata Dirkrimum Polda Bali, Kombes Andi Fairan, di Denpasar, Bali, Selasa (26/11/2019).

Kasus itu bermula saat transaksi antara AA Ketut Gede dengan Kho Tjauw Tiam atas tanah SHM no 8842 pada Februari 2015 silam. Setahun setelah AA Ketut Gede meninggal dunia, pada 2017 terjadi transaksi dengan obyek yang sama berupa fotokopi SHM nomor 8842 oleh tersangka Made Kartika yang mengaku sebagai AA Ketut Gede.



"Notaris ini berangkat ke Jakarta seolah-olah bertemu dengan penjual untuk tandatangan PPJB tersebut," terang Andi.

Dengan PPJB tersebut, tersangka I Made Kartika membuat surat pernyataan dan laporan kehilangan SHM nomor 8842 di Polresta Denpasar sebagai syarat mengajukan SHM pengganti. Perbuatan itu lalu diketahui ahli waris korban yang kemudian melapor ke Polda Bali pada Oktober 2018.

"Tersangka mengabaikan prinsip transaksi dengan terang dan tunai," tutur Andi.


Atas perbuatannya tersangka Hamirta dijerat dengan tindak pidana membuat surat Palsu, memalsukan surat, menggunakan surat palsu, menempatkan keterangan palsu ke dalam akte autentik, memalsukan surat autentik, membantu melakukan kejahatan dan melakukan permufakan jahat secara bersama-sama. Dia dijerat dengan pasal 263 (1)(2), pasal 266 (1)(2), pasal 264 ayat 1 ke 1e, psal 56 ke 1e dan pasal 88 KUHP. (ams/aan)