ACT Beri Tunjangan Guru Berpenghasilan Rendah

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Senin, 25 Nov 2019 22:39 WIB
Foto: ACT
Foto: ACT
Jakarta -

Bertepatan dengan Hari Guru Nasional, lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan program Sahabat Guru Indonesia. Lewat program ini, guru yang masih memiliki gaji di bawah Rp 1 juta akan mendapat tunjangan, termasuk guru tahfiz dan guru honorer.

Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin menyampaikan tujuan utama program Sahabat Guru Indonesia adalah untuk memberikan kontribusi perbaikan pada permasalahan pendidikan di Indonesia. Salah satunya pada kesejahteraan ekonomi para guru.

"Program ini sebagai medium untuk menyemangati guru-guru prasejahtera dalam mengabdi. Guru merupakan elemen penting dalam menentukan kualitas pendidikan, peran guru merupakan peran sentral untuk membangun Karakter anak bangsa," ucap Ahyudin dalam keterangan tertulis, Senin (25/11/2019).

"Kami ingin terus menebar manfaat dan menjadi jembatan dari jiwa-jiwa dermawan, baik nasional maupun global untuk masyarakat yang membutuhkan. Kami percaya barang siapa yang memberikan kemudahan (membantu) saudara yang kesusahan, niscaya Allah akan membantu memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat," ungkapnya.

Adapun menurut Direktur Program ACT Wahyu Novyan menambahkan fakta bahwa guru di berbagai pelosok negeri ini banyak yang berpendapatan sangat kecil.

"Masih tingginya jumlah guru berpenghasilan rendah seakan menjadi pekerjaan rumah bersama. Mereka yang telah mengabdikan diri untuk pendidikan negeri butuh perhatian lebih. Misalnya, salah satu guru di Sikakap digaji Rp 500 ribu per bulan," ucap Wahyu.

"Itu pun tak dibayar tiap bulan karena keadaan perekonomian sekolah yang tak menentu. Walau begitu, para pengabdi negeri ini tak kenal lelah membimbing penerus bangsanya," imbuh Wahyu.

Melalui program Sahabat Guru Indonesia, kata Wahyu, para guru prasejahtera di Indonesia akan menerima beaguru untuk menunjang ekonomi mereka.

Wahyu menjelaskan kriteria guru yang menerima manfaat dari program ini adalah mereka yang berpenghasilan di bawah Rp 1 juta (termasuk guru honorer dan guru tahfiz), berasal dari wilayah prasejahtera, dan memiliki dedikasi mengajar yang tinggi untuk siswa-siswanya.

Menurut Wahyu, dalam memperingati Hari Guru Nasional, masih banyaknya jumlah guru honorer prasejahtera yang menjadi refleksi bersama untuk pendidikan Indonesia.

"Program ini akan memberikan tunjangan kepada guru-guru dengan keterbatasan ekonomi di seluruh Indonesia, terlebih mereka yang masih

berpenghasilan tak menentu dan rendah. Semoga program ini dapat menyemangati para guru dan pendidikan Indonesia bisa menjadi lebih baik," tutup Wahyu.



(mul/mpr)