Tunanetra Terperosok di Celah Peron, Petugas KRL Dituntut Sensitif

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 25 Nov 2019 16:25 WIB
Pihak Muhammadiyah menemui kunjungan PT KCI, usai insiden terperosknya aktivis IMM ke celah peron. (Wilda Nufus/detikcom)

Secara umum, dia menuntut peningkatan pelayanan dari pihak PT KCI untuk kaum difabel. Pelayanan untuk kaum difabel berbeda-beda, tergantung jenis difabelnya.

"Butuh juga pelayanan pelayanan kemanusiaan seperti pendampingan yang baik, komunikasi pendampingan yang baik, ataupun sentuhan yang baik, karena penyandang disabilitas ini banyak kategori para penyandang tunanetra berbeda cara berkomunikasi, untuk autis berbeda cara berkomunikasinya, untuk tuli berbeda cara berkomunikasinya," tutur Fazlur.



Maka dengan demikian, petugas-petugas PT KCI yang berada di stasiun perlu diberi pelatihan khusus supaya bisa mendampingi kaum difabel secara maksimal. Diharapkannya, kejadian membahayakan yang dialaminya tak akan pernah terjadi lagi.

"Ini perlu ditingkatkan di sisi pelatihan dan tidak terputus. Perlu selalu upgrade. Kita dari penyandang disabilitas pun juga meningkatkan kapasitas kemandirian," kata Fazlur.



Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Farid Ari Fandi, meminta petugas di stasiun perlu lebih peka dengan kebutuhan kaum difabel. "Bangunlah sensitivitas petugas, bagaimana ketika menerima adisabilitas. Yang jadi komitmen tuntutan kita, harus ada refresh pengetahuan secara terus-menerus. Nggak bisa hanya sekali," kata dia.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3