Pemkab Bogor Terima Perwakilan PKL Kawasan Puncak yang Demo Tolak Digusur

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Senin, 25 Nov 2019 14:43 WIB
Foto: Demonstrasi PKL kawasan Puncak di depan Kantor Bupati Bogor (Sachril-detikcom)
Foto: Demonstrasi PKL kawasan Puncak di depan Kantor Bupati Bogor (Sachril-detikcom)
Kabupaten Bogor - Demonstrasi yang digelar para PKL dari kawasan Puncak di depan kantor Bupati Bogor berhenti sementara. Sejumlah perwakilan PKL diterima untuk beraudiensi dengan Pemkab Bogor.

Pantauan detikcom di depan Kantor Bupati Bogor, Cibinong, Bogor, Senin (25/11/2019), terlihat Kabag Ops Polres Bogor AKP Agoeng Ramadhani sempat mendatangi para demonstran.

Agoeng mananyakan soal surat pemberitahuan aksi damai agar bisa memfasilitasi pertemuan dengan Bupati Bogor Ade Yasin. Namun, para PKL ternyata tidak memiliki surat pemberitahuan sehingga akhirnya beraudiensi dengan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bogor, Nuradi.



"Kita kawal mereka (PKL) dari Cisarua supaya nggak kenapa-kenapa di jalan, sampai sini kita fasilitasi. Ternyata tadi, surat izin tidak ada. Makanya kalau ada izinnya, bisa kita sampaikan ke Bupati kan enak. Ini aksi damai seperti itu, kita pasti bantu kok," tutur Agoeng.

Massa yang tak ikut audiensi terlihat menunggu di luar Kompleks Tegar Beriman. Polisi dan Satpol PP pun masih melakukan penjagaan di sekitaran lokasi.

Sebelumnya, massa PKL dari kawasan Puncak ini memenuhi area depan kantor bupati Bogor, sekitar pukul 13.03 WIB. Demo digelar karena lapak PKL di kawasan Puncak digusur. Massa menuntut Bupati Bogor Ade Yasin memberikan penjelasan terkait penggusuran.



Salah satu orator dari atas mobil komando mengatakan, seluruh PKL di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, tidak ingin digusur.

"Kami ingin digeser, bukan digusur. Kita menuntut Bupati Bogor agar tidak melakukan pembongkaran sebelum rest area di Gunung Mas rampung. Kami ingin agar PKL yang digusur itu akomodir," ujar salah satu orator dari atas mobil komando.
Halaman

(haf/haf)