Pesan Istana: Jangan Sampai Pertamina Tak Berubah, Pak Ahok!

Andhika Prasetia - detikNews
Senin, 25 Nov 2019 14:28 WIB
Ahok (Foto: dok Istimewa)
Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok resmi dilantik sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Istana mengungkap proses panjang dalam menyeleksi Ahok.

"Proses rekrutmen seseorang menjadi direksi, terutama direktur utama maupun komisaris utama, di BUMN itu melalui Tim Penilai Akhir (TPA) di mana ketuanya presiden, sekretarisnya saya, kemudian Pak Erick dan menteri terkait. Nah dalam proses itu, prosesnya panjang. Kita lihat berbagai faktor," kata Seskab Pramono Anung di gedung Setkab, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019).


TPA pada akhirnya memilih Ahok menjadi Komut Pertamina karena ingin menyelesaikan sejumlah persoalan bangsa. Mereka ingin Pertamina dibenahi.

"Nah kenapa diputuskan Pak Ahok jadi komisaris utama di Pertamina, karena memang kita menyadari bahwa persoalan bangsa ini salah satunya mengenai current account deficit dan itu yang memberikan kontribusi cukup besar adalah Pertamina dan PLN," jelas Pramono.

"Maka dengan program B20, yang sekarang B30, kalau di internalnya Pertamina tidak dilakukan pembenahan, impor minyaknya sangat besar, inilah yang menyebabkan tekanan terhadap neraca transaksi berjalan kita," sebut Pramono.


Pramono menyebut Ahok bakal mengawasi berbagai masalah yang dijabarkannya tadi. Dia menyebut Pertamina harus berubah.

"Sehingga dengan demikian penugasan Pak Ahok paling utama di Pertamina adalah hal-hal berkaitan dengan itu. Untuk memberikan pengawasan jangan sampai Pertamina tidak mau berubah, masih berkeinginan masih impor minyak padahal kita sudah punya substitusinya di antaranya adalah CPO baik B20, B30 yang akan dikembangkan menjadi B50," tegas Pramono Anung.




Tonton juga video Ditanya soal Mafia Migas, Ahok: Saya Bukan Godfather:

[Gambas:Video 20detik]


(dkp/gbr)