Hadapi Anthrax, Deptan Kirim 50 Ribu Dosis Vaksin ke Makassar

Hadapi Anthrax, Deptan Kirim 50 Ribu Dosis Vaksin ke Makassar

- detikNews
Kamis, 17 Nov 2005 01:51 WIB
Jakarta - Departemen Pertanian kini ketar-ketir menghadapi kemungkinan meluasnya endemi anthrax di Makassar, Sulawesi Selatan. Karena itu, Deptan akan mengirimkan 50 ribu dosis vaksin anthrax ke kota angin mamiri itu."Kita sudah kirim 15 ribu dosis vaksin anthrax ke sana. Ini bagian dari 50 ribu dosis yang akan kita kirim secara keseluruhan untuk mengantisipasi wabah di wilayah tersebut," ujar Menteri Pertanian Anton Apriyantono dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (16/11/2005) malam.Menurut Mentan, vaksinasi adalah hal penting dalam penanggulangan wabah Anthrax. Vaksinasi kepada hewan ternak yang sehat diyakini mampu meningkatkan daya tahan menghadapi penyakit yang mematikan tersebut. Hal ini telah terbukti padawilayah endemis lain seperti Bogor yang hingga kini belum ditemukan hewan yang tertular Anthrax. "Karena itu, kita telah mengajukan pembelian vaksin sebanyak 400 ribu dosis. Paling lambat akhir bulan ini sudah datang dan siap kita kirim ke daerah-daerah yang terjangkit," kata Anton. Selain vaksinasi, menurut Anton, hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah penyuluhan untuk kesadaran masyarakat akan bahaya mengkonsumsi daging ternak yang sakit di daerah endemi. "Masyarakat harus sadar bahaya terkena anthrax bila memakan daging ternak yang sakit di daerah endemi," tuturnya. Faktor memakan daging ternak yang sakit inilah, lanjut dia, yang dipastikan menjadi penyebab meluasnya wabah anthrax sehingga menyerang manusia. Sebab, bakteri tersebut tidak menyerang manusia secara langsung. "Spora bakteri anthrax ini butuh perantara untuk bisa menyerang manusia dan biasanya memang melalui makanan," ujar Anton. Untuk mengantisipasi hari besar keagamaan Idul Adha, selain melakukan vaksinasi dan penyuluhan, Deptan akan menerapkan langkah pencegahan. Antara lain berupa pembatasan lalu-lintas hewan atau ternak dari wilayah wabah ke wilayah lain. "Ada sederet aturan ketat yang harus dipatuhi bagi lalu-lintas hewan untuk wilayah endemis. Dan khusus untuk daerah yang sudah ada wabah, tidak boleh ada ternak yang masuk atau keluar," tegas Anton. Mentan yakin kasus Makassar bukan karena daerah tersebut merupakan wilayah endemis Anthrax. "Saya justru curiga anthrax yang menyerang berasal dari luar Makassar," ujarnya. Mentan beralasan, sejak 10 tahun silam saat kasus Anthrax terakhir di Sulawesi Selatan, Makassar bukanlah salah satu daerah yang terdata sebagai daerah endemis. Dalam catatan Deptan, daerah endemis untuk wilayah Sulsel ada di wilayah seperti Gowa, Pinrang, Bone dan Mamuju. Hingga kini, dalam catatan Mentan, tak kurang dari 12 propinsi diidentifikasikan menjadi daerah endemis Anthrax. Daerah tersebut antara lain, Sumaera Barat, Jambi, Lampung, Jabar, Jateng, NTB, dan NTT. "Tapi, tidak seluruh wilayah di propinsi itu endemis, seperti contohnya Jawa Barat yang endemis hanya Bogor, Purwakarta, Bekasi dan Karawang. Untuk Bogor pun yang benar-benar endemis hanya beberapa kecamatan saja seperti daerah Citanggul," jelasnya. Selain mengirimkan vaksin ke Makasar, Deptan juga mengaktifkan Balai Pengujian dan Penyidikan Veteriner (BPPV) Maros yang akan mendeteksi dan meneliti kasus-kasus Anthrax di Makasar dan daerah Sulawesi Selatan lainnya. (ton/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads