Golkar Minta Separuh Kursi Menteri yang Di-reshuffle
Rabu, 16 Nov 2005 23:04 WIB
Jakarta - Partai Golkar tidak henti-hentinya melakukan manuver politik. Jika Presiden SBY melakukan -reshuffle maka Golkar meminta jatah separuh jumlah menteri yang dicopot. Wah.."Kalau ada -reshuffle, misalnya ada 4 menteri yang diganti maka Golkar perlu dapat dua," kata wakil ketua Partai Golkar Agung Laksono saat ditemui wartawan di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/11/2005).Agung mengungkapkan wacana koalisi inti dan permanen untuk mendukung pemerintah sudah disetujui Jusuf Kalla yang notabene Ketum Golkar sekaligus wapres. "Sayasudah berkomunikasi dengan Pak Jusuf Kalla dan tidak ada masalah," papar Ketua DPR ini. Menurutnya, wacana koalisi inti dan permanen yang digulirkan Golkar tidak dimaksudkan untuk menggeser posisi partai dalam kabinet termasuk PKS. Justru, tambah dia, saat ini tekanan paling berat dialami Golkar dan Partai Demokrat. Sebab,kadernya menjadi presiden dan wapres. "Untuk itu kita merangkul semua parpol. Tidak ada yang dimaksudkan untuk menyingkirkan," dalih Agung.Mengenai perlunya penggemukan kabinet, untuk mengakomodasi kepentingan parpol pendukung SBY-JK, Agung melihat hal itu tidak perlu dilakukan. Yang penting, memaksimalkan fungsi dan peran setiap departemen. "Menko harus benar-benar bisa mengkoordinir dan menteri-menterinya juga harus mau dikoordinir," tegasnya.
(ton/)











































