Kejar Jaringan Azahari, Polisi Geledah 2 Rumah di Semarang
Rabu, 16 Nov 2005 18:07 WIB
Jakarta - Perburuan terhadap orang-orang yang diduga terkait dengan jaringan teroris pimpinan Azahari dan Noordin M Top semakin gencar. Rabu siang (16/11/2005) polisi menggeledah dua rumah yang diduga dihuni oleh kaki tangan Azahari.Dua rumah yang digeledah polisi itu terletak di Jalan Pusponjoro Selatan No. 39 dan Jalan Mintojiwo Dalam No. 25, Semarang Barat. Di rumah pertama, polisi mencari orang bernama Iwan Cahyono (25), seorang penjual kunci duplikat dan distributor buku-buku Islam.Sebelum melakukan penggeledahan dan penangkapan, polisi sudah tampak mondar-mandir sejak Sabtu (12/11/2005) lalu. Dan pada Rabu siang sekitar pukul 13.00 WIB, polisi datang lagi dengan surat penggeledahan dan penangkapan. Pada saat kejadian, Iwan sudah meninggalkan rumah sejak Jumat malam dengan alasan pamit ke Jakarta untuk membeli bahan-bahan kunci duplikat.Karena Iwan tidak ada di rumah, polisi membawa ayah Iwan, Sunardio (55) untuk diperiksa di Mapolwiltabes Semarang. Dari rumah Iwan, polisi juga membawa puluhan buku. Salah satu buku yang diambil adalah buku berjudul bom bunuh diri dan beberapa Majalah Arrisalah, serta dua keping VCD.Di rumah itu, polisi juga mencari orang bernama Handoyo alias Yoyok (28). Yoyok adalah sepupu dari Iwan. Namun saat dicari, Yoyok tidak ada karena sudah menempati rumah istrinya di kawasan Genuk Semarang.Penggerebekan kedua di rumah yang terletak di Jalan Mintojiwo Dalam, polisi mencari orang bernama Agung Pramono (27). Agung adalah sahabat Anif (anak buah Azahari yang telah tertangkap 9 November lalu) sejak 5 tahun lalu. Di rumah tersebut, Agung tinggal bersama istrinya, Handayani.Agung yang berprofesi sebagai tukang servis HP langsung ditangkap di rumah tersebut. Kepada polisi, ia mengaku bertemu terakhir dengan Anif 2 hari sebelum Lebaran dengan seseorang yang dia tidak kenal.Tak lama kemudian polisi membawa Agung dan membawa 1 unit komputer dan VCD. Dia dibawa pukul 15.30 WIB. Anif pernah membawa seorang temannya ke rumah Agung Pramono dua hari sebelum Lebaran. Agung mengaku tidak kenal orang tersebut. Mereka sekarang diperiksa di Mapolwiltabes Semarang.
(jon/)











































