Round-Up

Suara Pro-Kontra Jelang Ahok Resmi Jadi Komut Pertamina

Tim detikcom - detikNews
Senin, 25 Nov 2019 05:49 WIB
Foto: Ilustrasi Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina (Fuad Hasim/Tim Infografis)
Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) akhirnya ditunjuk menjadi Komisaris Utama (Komut) PT. Pertamina. Jelang peresmian Ahok sebagai Komut, suara penolakan terhadapnya pun masih muncul. Namun, tak sedikit pula yang membela Ahok.

Sebagaimana diketahui, Ahok telah ditunjuk oleh Menteri BUMN Erick Thohir pada Jumat (22/11/2019). Ahok akan menggantikan Komut sebelumnya, Tanri Abeng. Dia pun akan mulai bekerja pada Senin (24/11).


Namun, suara penolakan terhadap Ahok masih terdengar. Penolakan itu datang dari Waketum Gerindra, yang juga Ketua BKSAP DPR, Fadli Zon. Fadli Zon mempertanyakan kemampuan Ahok dalam mengelola pertamina.

"Biar masyarakat yang menilai. Kalau saya menilai kayak nggak ada orang lain aja gitu, kenapa, apa sih hebatnya? Menurut saya sih biasa-biasa saja. Tapi kan itu menimbulkan tokoh-tokoh atau orang-orang dan masyarakat yang selama ini kontra terhadap Ahok menjadi tidak suka," kata Fadli Zon di Lemhannas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11/2019).

Fadli Zon menilai terpilihnya Ahok menjadi Komut Pertamina merupakan refleksi kedekatan Presiden Jokowi dengan Ahok. Fadli menilai Jokowi dan Ahok adalah teman sejati.

"Jadi saya kira mungkin itu refleksi kedalaman hubungan Pak Jokowi dengan Ahok sebagai teman sejati bukan teman politik atau teman biasa," kata dia.

Dia menilai kehadiran Ahok di Pertamina berpotensi menimbulkan kegaduhan. Kompetensi Ahok juga dipertanyakan Fadli.

"Ya menurut saya pasti menimbulkan kegaduhan dong. Kan harusnya mencari orang profesional, emangnya dia ahli minyak? Dia kan bukan ahli minyak. Hebatnya apa dia di Pertamina," tutur Fadli.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3