Setara Sebut Jabar Daerah Paling Intoleran dalam 12 Tahun Terakhir

Sachril Agustin B - detikNews
Minggu, 24 Nov 2019 16:01 WIB
Setara Institute di diskusi Pemajuan Toleransi di Daerah Input untuk Menag dan Mendagri (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Jakarta - Setara Institute menyebut Jawa Barat merupakan daerah dengan tingkat intoleransi tertinggi di Indonesia. Intoleransi itu, kata Setara, terutama dalam hal pelanggaran kebebasan beragama.

"Karena di Jawa Barat yang intoleran tinggi sekali. Begitu banyak aktor lokal yang secara terus-menerus melakukan persekusi atas minoritas, misalnya GARIS (Gerakan Reformasi Islam)," kata Direktur Riset Setara Institute, Halili Hasan, dalam acara Pemajuan Toleransi di Daerah Input untuk Menag dan Mendagri, di Hotel Ibis Jakarta Tamarin, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (24/11/2019).



Merujuk pada riset longitudinal Setara Institute, Halali mengungkapkan ada 629 jumlah pelanggaran kebebasan beragama di Jawa Barat selama 12 tahun terakhir. Jumlah ini mengalahkan DKI Jakarta yang berjumlah 291 kasus dan Jawa Timur 270 kasus.

Halali merinci, selama 5 tahun terakhir, yakni 2014-2019, total pelanggaran kebebasan beragama di Jawa Barat sebanyak 162 pelanggaran. Angka ini juga masih lebih tinggi dibandingkan DKI Jakarta, yang berjumlah 113 kasus dan Jawa Timur 98 pelanggaran.

"Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur adalah 3 daerah tertinggi dari kasus pelanggaran kebebasan beragama di Indonesia selama 12 tahun terakhir dan bila dipersempit ke 5 tahun belakangan," ujarnya.



Halali pun meminta pemerintah melakukan pendekatan ke daerah-daerah agar jumlah pelanggaran kebebasan beragama di Indonesia bisa berkurang. Dengan mendekatkan diri ke aktor lokal, katanya, pemerintah akan bisa menjaga kerukunan umat beragama.

"Jangan lupa di tingkat lokal, salah satu yang memengaruhi tingkat toleransi adalah aktor lokal. Semakin dinamis aktor toleran, maka semakin rendah pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan," pungkas Halali. (mae/mae)