Menteri Edhy Paling Tak Dipercaya di Survei, Stafsus Singgung Sampel Hanya 800

Mochamad Zhacky - detikNews
Minggu, 24 Nov 2019 15:30 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (baju putih) dengan stafsusnya, Miftah Sabri (sebelah kiri Edhy). (Foto: Dok. Istimewa)
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (baju putih) dengan stafsusnya, Miftah Sabri (sebelah kiri Edhy). (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta - Survei Indonesia Political Opinion (IPO) menyatakan Edhy Prabowo merupakan menteri yang paling tidak dipercaya responden. Staf khusus (stafsus) Edhy, Miftah Sabri, menyinggung soal jumlah sampel survei yang dilakukan IPO.

"Terima kasih IPO, survei nasional tiga harinya dan sampel, 800 sampelnya. Itu masukan yang sesuatu banget," kata Miftah kepada wartawan, Minggu (24/11/2019).



Menurut Miftah, Edhy mengapresiasi survei yang dilakukan IPO. Dia menyebut Edhy akan menjadikan hasil survei IPO sebagai pemicu agar bekerja lebih giat.

"Meskipun secara metodologis (survei IPO) bisa diperdebatkan secara ilmiah serta secara kelembagaan saya cek di Perhimpunan Survei Opini Publik, IPO ini tidak terdaftar dalam asosiasi, Menteri Edhy Prabowo tetap mengapresiasi temuan tersebut," sebut Miftah.



Miftah menyarankan IPO menjadikan para pihak yang memang terkait dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai sampel survei. Dia meyakini, jika para pihak tersebut yang dijadikan sampel survei, hasilnya akan berbeda.

"Coba yang disurvei pemangku kepentingan, jangan orang yang tidak mengerti. Dan coba itu teman-teman IPO, sampelnya lebih diperbanyak lagi minimal 1.200-lah," terang Miftah.

"Kalau surveinya ke pemangku kepentingan di sektor perikanan, nelayan, pembudi daya, petambak garam, petambak udang, saya yakin hasilnya akan berbeda seribu persen," imbuhnya.

Tonton juga Edhy Prabowo Setop Tenggelamkan Kapal Ala Susi, Ini Kata Gerindra :



Selanjutnya
Halaman
1 2