Praja IPDN Akhiri Hidup dengan Tenggak Obat Nyamuk
Rabu, 16 Nov 2005 17:13 WIB
Bandung -
Kisah miring Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) Jatinagor, Sumedang, Jabar, kian panjang. Setelah pernah dikejutkan dengan kasus penganiayaan, sekolah yang dulu bernama STPDN ini kini jadi berita karena salah satu prajanya tewas setelah menenggak cairan obat nyamuk.Calon Pak Lurah asal Papua, Rivan Albert Ibo yang berumur 19 tahun ini ditemukan meninggal di sebuah kamar kontrakan milik temannya di seputar kos-kosan di Jatinangor, Sumedang, Selasa malam (15/11/20050. Hari Rabu (16/11/2005) ini jenazah tengah diotopsi di Rumah Sakit Cileunyi Bandung. "Dia kabur dari asrama kampus. Kita tengah selidiki kenapa bisa keluar. Ya, kita cukup kaget juga," ungkap Kepala IPDN Jatinangor Sumedang, I Nyoman Sumaryadi, pada detikcom, Rabu.Keluarga korban telah diberi kabar soal kematian anaknya itu dan sedang dalam perjalanan menuju Bandung. Kepolisian Sumedang juga telah diminta untuk menyelidiki kematian praja tingkat 2 tersebut. Pemilik kamar kontrakan telah diperiksa. Belum diketahui alasan kenapa sang praja tersebut menenggak racun yang menyebabkan kematiannya."Hasil otopsi belum keluar. Kita juga masih tahap konfirmasi dan mencari tahu kenapa dia sampai minum cairan obat nyamuk itu. Kalau dibilang stres juga tidak mungkin. Karena kemarin kan cuti liburan panjang," terang Nyoman.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































