Soal Penilaian terhadap Menteri, Mardani: Beri Kesempatan 100 Hari

Arief Ikhsanudin - detikNews
Minggu, 24 Nov 2019 10:23 WIB
Foto: Ari Saputra/detikcom
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai Indonesia Political Opinion terlalu cepat mengadakan survei. Lebih baik, survei dilakukan setelah 100 hari Kabinet Indonesia Maju bekerja.

"Menurut saya kan biasanya nunggu 100 hari. Karena 100 hari orang bisa nilai. Kalau saya ditanya, jangan suuzan, beri kesempatan, 100 hari kita akan nilai. Seratus hari wajar orang ketahuan kinerjanya. Kalau sekarang ada yang memuji ada yang sangsi. Tidak terlalu pas. Karena belum, baru sebulan. Usul saya, nanti saja biar valid," ucap Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera saat dihubungi detikcom, Sabtu (24/11/2019).

Menurut Mardani, diperlukan juga beberapa survei dari lembaga lain sebagai pembanding. Keberadaan hasil survei dianggap Mardani wajar di era demokrasi.

"Di era demokrasi akan ada yang seperti ini, di ruang publik, pasti punya referensi, saya menunggu ada LSI atau Charta Politika yang membuat begini untuk dibandingkan. Tapi mungkin di 100 hari terlihat, biasanya ada survei mana menteri yang sudah memenuhi ekspektasi publik, mana yang belum," kata Mardani.


Selanjutnya
Halaman
1 2