Mulai 18 November
Polda Gelar Operasi Patuh Jaya
Rabu, 16 Nov 2005 16:49 WIB
Jakarta - Selama 30 hari ke depan, mulai Jumat 18 November, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menggelar Operasi Patuh Jaya. Targetnya, mengubah budaya berlalu lintas masyarakat DKI Jakarta.Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Djoko Susilo, operasi difokuskan pada kanalisasi motor, naik turun penumpang angkutan umum, garis berhenti (stop line), sabuk pengaman (safety belt), dan kawasan pembatasan penumpang (three in one)."Rencananya akan dimulai pada 18 November pukul 00.00 WIB dengan sekitar 1.500 polisi, dibantu Dinas Perhubungan dan Tramtib DKI Jakarta," kata Djoko di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Pancoran, Jakarta, Rabu (16/11/2005).Sepeda motor akan menjadi poin penting dalam operasi ini. Motor diharuskan berada pada lajur kiri dan tidak diperkenankan ke tengah, apalagi di lajur kanan, kecuali untuk mendahului. "Di Jakarta, sementara kita operasi di Jalan Gatot Soebroto, MT Haryono, dan Warung Buncit," katanya.Dalam prakteknya, operasi ini akan menggunakan metode tiga lapis. Lapis pertama pemberitahuan, lalu teguran, sampai penilangan.Selanjutnya untuk pelanggaran stop line, akan dilakukan operasi di beberapa titik di Jakarta, seperti traffic light Pancoran, Kuningan, CSW, dan Bundaran HI.Untuk pelanggaran naik dan turun penumpang, akan dilakukan operasi di depan Plaza Semanggi, Bendungan Hilir (Benhil), Ratu Plaza, dan lain-lain.Sementara pelanggaran three in one dan safety belt dilakukan di Jalan Gatot Soebroto, Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Pintu I Senayan, Jalan Asia Afrika, dan Jalan Jenderal Sudirman.Butuh WaktuKapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani dalam arahannya menyambut baik difokuskannya sasaran Operasi Patuh Jaya 2005. "Agar tidak melebar dan bias, baik sasaran maupun daerah operasinya," katanya.Firman menilai penegakan hukum dalam berlalu lintas perlu dilakukan walaupun dalam beberapa tahapan. Dimulai dari tahapan preemptif, preventif, sampai represif. "Hal ini untuk mempercepat perubahan perilaku pengendara."Di akhir arahannya, Firman mengingatkan petugas di lapangan agar tidak perlu kecil hati jika operasi ini tidak langsung menghasilkan masyarakat yang tertib. "Butuh waktu yang panjang untuk itu," katanya.
(gtp/)











































