Round-Up

Fadli Zon yang Terus Mengusik Ahok

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 24 Nov 2019 05:06 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon (Tsarina/detikcom)

5. Ikut Aksi 411

Fadli Zon ikut Aksi 411 yang digelar pada 4 November 2016. Aksi itu ditujukan agar Ahok diproses sesuai hukum yang berlaku dalam kaitannya dengan kasus penodaan agama. Kasus itu berawal dari ujaran Ahok di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 27 September 2016.

Awalnya, 28 Oktober 2016, 35 perwakilan ormas Islam menyambangi Gedung DPR. Di antara mereka ada Habib Rizieq Syihab. Mereka menemui Fadli Zon, menampaikan rencana aksi 4 November 2016. Fadli dan satu lagi Wakil Ketua DPR saat itu, Fahri Hamzah langsung bersedia ikut turun ke jalan.

Fadli dan Fahri benar-benar ikut aksi 411 di seputaran Monas hingga depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Aksi tersebut awalnya berlangsung damai. Namun saat hari beranjak gelap, aksi itu menjadi rusuh.



6. Ahok-Gate

Ujaran Ahok di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu membuatnya menjadi tersangka dan terdakwa kasus penistaan agama. Fadli Zon di DPR mengusulkan hak angket, kemudian populer disebut 'Ahok-Gate'. Latar belakangnya, Fadli tidak terima Ahok tidak dinonaktifkan oleh pemerintah pusat.

"Kalau pemerintah nyata-nyata melanggar dan ada keputusan dari anggota DPR ya artinya ini normatif, berikutnya ada langkah untuk menyatakan pendapat. Kalau misalnya itu menjadi keputusan mayoritas DPR," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, 14 Februari 2017.

Saat itu, Ahok sudah sempat menanggapi sejak awal. "Ya tanya saja sama DPR," kata Ahok singkat di Balai Kota.

Saat itu demonstrasi-demonstrasi kontra-Ahok sudah digelar. Pada 23 Februari 2017, usulan hak angket yang diusung oleh Gerindra, Partai Demokrat, PKS, dan PAN ini dibacakan di rapat paripurna DPR. Usulan hak angket ini ditolak oleh 6 fraksi partai-partai pendukung pemerintah minus PAN. Yakni PDIP, PKB, PPP, Golkar, NasDem, dan Hanura.