Ada Isu Ledakan Nuklir di Laut China Selatan, BMKG: Tak Terbukti

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 23 Nov 2019 22:28 WIB
ilustrasi kantor bmkg. (Foto: Farih Maulana/detikcom)
ilustrasi kantor bmkg. (Foto: Farih Maulana/detikcom)
Jakarta - Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan keterangan perihal isu paparan radiasi nuklir di Laut China Selatan. BMKG menyebut informasi itu telah tersebar namun kebenarannya tidak terbukti.

"Berita adanya paparan radiasi nuklir di Laut China Selatan tidak terbukti," kata Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, dalam keterangan pers tertulis, Sabtu (23/11/2019).



Keterangan pers BMKG itu berjudul 'Tidak Terbukti Adanya Ledakan Nuklir di Laut China Selatan'. Triyono mengatakan, pemantauan dilakukan dari jaringan stasiun monitoring gempa bumi yang masuk ke dalam sistem prosesing di BMKG. Selain itu, terdapat pula analisa rekaman seismik di dua lokasi yang terdekat dengan perkiraan lokasi ledakan nuklir di Laut China Selatan, yaitu Vitenam (DLV) dan Taiwan (TWGB).

"Tidak terdeteksi adanya anomali sinyal seismik yang menunjukkan akibat dari ledakan nuklir, yang diperkirakan terjadi tanggal 20 November pukul 18.22 Eastern US Time (21 November 2019 pukul 06.22 WIB)" kata Triyono.



Adapun pemantauan dari sensor Radiological Data Monitoring System (RDMS) yang dipasang oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) di 6 lokasi stasiun monitoring CTBTO di stasiun BMKG.

Selanjutnya
Halaman
1 2