Dari Doclang sampai Toge Goreng Hadir di Festival Kuliner Bogor

Faidah Umu - detikNews
Sabtu, 23 Nov 2019 20:34 WIB
Foto: Pemkot Bogor
Jakarta - Sebanyak 50 tenant kuliner memeriahkan Festival Kuliner Legendaris Kota Bogor yang dipusatkan di Lapangan Kampus IPB Baranangsiang. Festival yang berlangsung selama dua hari, 23-24 November 2019 ini dibuka Wali Kota Bogor, Bima Arya yang hadir didampingi Ketua Dekranasda Kota Bogor, Yane Ardian Bima Arya.

Kegiatan festival kuliner tersebut dirangkaikan dengan penyerahan piagam dan piala bagi sekolah yang berhasil juara dalam Lomba Kantin Sekolah Sehat, Aman dan Halal tingkat SD dan SMP di Kota Bogor. Selain itu, ada juga acara peluncuran buku panduan Kantin Sekolah Sehat, Aman dan Halal.

"Umumnya kantin sekolah merupakan tempat di mana pertama kali masyarakat mengenal berbagai kuliner, termasuk kuliner legendaris, mulai dari doclang, toge goreng dan yang lainnya," ucapnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/11/2019).

Namun kondisi saat ini, lanjutnya, banyak para siswa yang gandrung dengan makanan kekinian. Ia khawatir jika tidak diperkenalkan dan tidak dilestarikan, kuliner legendaris Kota Bogor semakin lama akan dilupakan dan hilang.


"Saya merasa sedih jika berkunjung ke kantin sekolah-sekolah didominasi makanan kekinian yang bergaya ala korea, burger atau yang lainnya. Ke depan akan dilakukan upaya secara sistematis untuk mendorong dalam melestarikannya, insyaallah akhir tahun 2019 akan kita buka kuliner legendaris di Suryakencana. Mudah-mudahan lancar," katanya.

Ia ingin festival kuliner dilaksanakan dengan cara yang out of the box dan unik. Misalnya memanfaatkan rumah dinas atau bus uncal dan mengundang selebgram untuk lebih memasarkan dan mempromosikannya.

"Sehingga kuliner legendaris Kota Bogor bisa tetap eksis di tengah gempuran makanan kekinian yang sebetulnya bukan identitas Kota Bogor," ujarnya.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bogor, M. Ghazali dalam laporan menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan, memasyarakatkan dan mempromosikan kuliner yang berbasis pangan lokal di Kota Bogor, baik kuliner legendaris maupun yang kekinian. Di samping itu, festival ini juga mendorong perkembangan IKM dan UKM di Kota Bogor.

Festival Kuliner Legendaris Kota Bogor Tahun 2019 ini, kata Ghazali, dimeriahkan dengan kegiatan Cassava Choco Challenge yang diikuti 55 peserta dari masyarakat umum berasal dari Bogor, Jakarta dan Tasikmalaya.

"Kita memilih singkong dibandingkan talas karena olahan berbahan singkong asal Bogor sudah terkenal sejak dahulu, namun belum banyak tersentuh para pengusaha," pungkasnya. (ujm/ujm)