Keluarga Akui Jenazah Azahari
Rabu, 16 Nov 2005 16:37 WIB
Jakarta - Meski tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut adik kandung Dr Azahari Husin, Bani Yamin Husin, keluarga teroris kakap asal Malaysia itu mengakui jasad yang terbaring di ruang jenazah RS Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (16/11/2005) adalah Azahari.Hal itu didasarkan atas surat pernyataan keluarga yang sudah dikantongi Mabes Polri. Dalam surat pernyataan itu, Bani Yamin Husin dan adik ipar Azahari, Rustam Mustamin, membenarkan jenazah yang tewas dalam penggerebekan di Perumahan Flamboyan Indah, Batu, Malang, Jawa Timur itu adalah Azahari.Bani dan Rustam melakukan identifikasi terhadap jenazah itu selama hampir dua jam. Namun, usai melakukan identifikasi, keduanya menolak berkomentar. Bani dan Rustam yang dikerubuti puluhan wartawan memilih bungkam. Hanya Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Soenarko yang bersedia menjawab pertanyaan wartawan. "Ya kami sudah mengantongi surat pernyataan yang menyatakan bahwa itu adalah Dr Azahari," ungkap Soenarko usai mendampingi keluarga Azahari mengidentifikasikan jenazah itu.Keyakinan keluarga, lanjut Soenarko, didasarkan pada ciri fisik jenazah. Pertama gigi depan atas yang ginsul, tahi lalat di bibir atas sebelah kiri, luka bekas operasi di paha kaki kanan bagian luar, dan jari kaki kanan dan kiri ke dua yang lebih panjang dan menonjol."Dari dasar itu mereka dipersilakan bertanya lagi ke tim forensik disaksikan pihak Kedubes Malaysia di Jakarta. Wakil keluarga Azahari kemudian menyatakan jenezah itu benar Azahari. Dengan dasar itu, saya rasa tes DNA tidak perlu dilakukan lagi," paparnya.
(umi/)











































