Prabowo Duga Komunisme Masih Eksis di Indonesia, Minta Warga Waspada

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 23 Nov 2019 11:27 WIB
Rektor Universitas Pertahanan Indonesia, Letjen TNI Tri Legionosuko membacakan sambutan Menhan Prabowo Subianto. (Lisye/detikcom)
Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto berbicara mengenai ancaman komunisme di Indonesia. Prabowo meminta semua pihak waspada.

Pernyataan Prabowo itu disampaikan tertulis dalam sambutan acara bedah buku 'PKI Dalang dan Pelaku Kudeta G30S/1965' karya Aminudin Kasti dkk di gedung Lemhannas RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11/2019). Prabowo tak bisa menghadiri acara tersebut sehingga sambutan dibacakan Rektor Universitas Pertahanan Indonesia Letjen TNI Tri Legionosuko.


Sambutan diawali dengan cerita mengenai perjalanan PKI yang berusaha menggulingkan pemerintahan resmi di Indonesia. Dalam pandangan Prabowo, DN Aidit dkk berusaha mengubah Indonesia menjadi negara komunis.

"Bagi bangsa Indonesia telah mencatat lembaran hitam dalam perjalanan bangsa dan negara Indonesia dan nyata-nyata telah terbukti beberapa kali berusaha merobohkan kekuasaan pemerintah RI yang sah. Salah satunya Gerakan 30 September 1965 yang merupakan gerakan dengan tujuan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Sukarno yang sah dan mengubah Indonesia menjadi negara komunis," kata Tri membacakan sambutan tertulis Prabowo di gedung Lemhannas RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11/2019).


"Gerakan ini dipimpin oleh DN Aidit, setelah peristiwa G30S memaksa rakyat Indonesia untuk mendesak pembubaran PKI melalui Tap MPR Nomor 25/MPR RI 1966 setelah runtuhnya negara Uni Soviet sebagai negara dari mana negara komunis tersebut," imbuhnya.



Simak Video "Prabowo Jadi Menhan, Titiek: Dadanya Tetap Merah Putih"



Selanjutnya
Halaman
1 2