Polisi Akan Data Tempat Perayaan Natal dan Tahun Baru
Rabu, 16 Nov 2005 16:02 WIB
Jakarta - Tewasnya gembong teroris Azahari, tidak membuat polisi lengah dalam mengamankan perayaan Natal dan tahun baru. Polisi akan mendata tempat kedua perayaan itu untuk menentukan sistem pengamanan yang sesuai. "Pengamanan malam Natal bukan semata-mata soal lalu lintas. Kita akan melakukan identifikasi tempat ibadah. Kasus per kasus akan dievaluasi oleh Kepala Kesatuan Wilayah dan akan dibuat sistem pengamanan yang sesuai dengan karakteristik tempat tersebut," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani.Hal itu disampaikan Kapolda seusai membuka seminar tentang pengamanan objek vital di Hotel Century Park, Jalan Pintu Satu, Senayan, Jakarta, Rabu (16/11/2005). Kapolda mengaku tak bisa menjamin Jakarta aman dari aksi terorisme. Dari analisis berkas yang ditemukan di persembunyian Azahari, Jakarta menjadi salah satu target terorisme selain Bali dan kota-kota besar lainnya di Jawa.Tempat yang menjadi target terorisme yaitu kantor perwakilan asing dan tempat-tempat ibadah terutama yang menjadi tempat perayaan Natal 25 Desember 2005 nanti. Seminar sehari tentang pengamanan objek vital bertujuan untuk memberikan pemaparan pengamanan kantor perwakilan asing yang mencakup koordinasi antara internal sekuriti dan kepolisian."Banyaknya kantor asing adalah bukti persahabatan Indonesia dengan negara tersebut. Kepolisian wajib memberikan rasa aman," tandas Kapolda.
(iy/)











































