detikNews
2019/11/23 08:20:42 WIB

Berita Populer Sepekan

Terpopuler Pekan Ini: Kontroversi Sukmawati Hingga Pengumuman Stafsus Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 3
Terpopuler Pekan Ini: Kontroversi Sukmawati Hingga Pengumuman Stafsus Jokowi Foto: Salah satu berita populer pekan ini, saat Presiden Jokowi memperkenalkan staf khususnya (Andhika Prasetya/detikcom)
Jakarta - Selama sepekan ini, ada sejumlah berita yang masuk jajaran berita terpopuler. Dari mulai berita pelaporan atas pernyataan kontroversial Sukmawati Soekarnoputri hingga pengumuman staf khusus (stafsus) Presiden Jokowi.

Pada Jumat (22/11/2019), detikcom merangkum beberapa berita populer tersebut. Berikut ini daftarnya:

1. Pernyataan Kontroversial Sukmawati soal Nabi Muhammad dan Sukarno

Sukmawati Sukarnoputri menuai kontroversi usai membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden RI pertama, Sukarno. Adapun ucapan Sukmawati itu dilontarkan pada saat dirinya menghadiri sebuah diskusi bertajuk 'Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme' pada Senin (11/11).

Awalnya Sukmawati berbicara tentang perjuangan Indonesia merebut kemerdekaan RI dari jajahan Belanda. Sukmawati kemudian melontarkan pertanyaan kepada forum.

"Sekarang saya mau tanya semua, yang berjuang di abad 20 itu Yang Mulia Nabi Muhammad apa Ir Sukarno, untuk kemerdekaan? Saya minta jawaban, silakan siapa yang mau jawab berdiri, jawab pertanyaan Ibu ini," tanya Sukmawati, seperti dilihat detikcom dalam video yang viral.

Akibat pernyataannya, Sukmawati dipolisikan Koordinator Bela Islam (Korlabi) ke polisi atas dugaan penistaan agama. Ucapan Sukmawati itu dinilai sebuah penistaan terhadap agama. Pihak pelapor meminta polisi segera mengusut laporan tersebut.


"Kami Korlabi mendampingi Ibu Ratih atas nama pribadi/muslimah dengan melaporkan Sukmawati atas dugaan penghinaan kepada Nabi Muhammad dengan apa yang dikatakan oleh Sukmawati, yaitu membandingkan Sukarno dengan Nabi Muhammad," jelas Sekjen Korlabi Novel Bamukmin dalam keterangannya, Sabtu (16/11).

Selain Korlabi, Sukmawati juga dilaporkan oleh Ketua DPP Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Buya Abdul Majid dan Forum Pemuda Muslim Bima (FPMB).

Berbagai tanggapan pun datang dari berbagai pihak. Dari Wakil Presiden Ma'ruf Amin hingga MUI. Sukmawati pun disarankan agar meminta maaf, namun dia menolak.

"Saya merasa tidak salah, jadi ngapain musti minta maaf? Diteliti dulu dong apa kata-kata saya yang benar, yang bukan diubah ataupun diedit," kata Sukmawati saat dihubungi, Senin (18/11/2019) malam.


Saat ini, kasus ucapan kontroversi Sukmawati ini masih diproses. Meskipun sebelumnya, Wapres Ma'ruf mengusulkan agar kasus ini diselesaikan dengan cara mediasi.


Simak Video "Korlabi Desak MUI Keluarkan Fatwa soal Kasus Sukmawati"





Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com