Pemkot Semarang Siap Dukung Program-program Kemensos

Pemkot Semarang Siap Dukung Program-program Kemensos

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Jumat, 22 Nov 2019 19:59 WIB
Foto: Pemkot Semarang
Foto: Pemkot Semarang
Jakarta - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menerima kunjungan kerja Menteri Sosial RI Juliari P Batubara di rumah dinasnya di Jalan Rorojonggrang Nomor 1. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pihaknya siap mendukung program-program Kementerian Sosial (Kemensos) agar tepat sasaran.

Di hadapan Juliari, Hendi yang didampingi pimpinan OPD, Forkopimda, dan tokoh masyarakat itu menyampaikan visi dan misi Pemkot Semarang dalam hal pengentasan kemiskinan dan jaminan sosial.

"Visi kami adalah menciptakan lapangan pekerjaan, membuat program kredit wibawa untuk UMKM, sistem pembiayaan kesehatan untuk warga miskin, dan jaminan dari lahir sampai meninggal, yaitu gratis melahirkan dan periksa kehamilan dengan UHC, gratis Akta Kelahiran dan KK, gratis Imunisasi, gratis PAUD, SD-SMP gratis, buku pelajaran gratis, dan seterusnya," ujar Hendi, sapaan akrabnya dalam keterangan tertulis, Jumat (22/11/2019).


Lebih lanjut Hendi menyampaikan, untuk sekolah swasta ada kabar baik karena akan digratiskannya 10 TK, 10 SD, dan 10 SMP swasta mulai tahun depan. Secara bertahap ia juga menargetkan 90% sekolah swasta gratis pada 3 tahun ke depan. Selain itu, masih ada program beasiswa, kredit wibawa, dan pelatihan kewirausahaan bagi pelaku usaha.

"Beban hidup di Kota Semarang juga diperingan dengan adanya program PBB gratis bagi rumah dengan NJOP maksimal Rp 130 juta, diskon 50-90% bagi pensiunan dan veteran pejuang," ujar Hendi.

Program sosial yang terbaru, kata Hendi, Pemkot Semarang menggratiskan biaya makam untuk memperingan beban keluarga duka. Hendi memastikan bantuan dapat merata dirasakan seluruh warga miskin di Kota Semarang.

Di Kota Semarang ada 23.928 jiwa penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kemensos dengan total anggaran bantuan sekitar Rp 17 miliar dan anggaran pendamping PKH sekitar Rp 1,3 miliar. Program PKH di Kota Semarang berhasil meningkatkan konsumsi rumah tangga sebesar 23% di tahun 2018.

Sementara itu, Mensos Juliari P Batubara menyampaikan cara pandangnya terhadap amanah yang ia emban sebagai Mensos. Menurutnya, substansi dari diktum 'sosial' adalah kebersamaan.

"Narasi yang digulirkan Bapak Presiden di masyarakat adalah Indonesia maju. Kita akan membuat Indonesia maju bersama-sama dengan program-program yang tepat sasaran," jelasnya.


Untuk itu, ia meminta kerja sama dan dukungan masyarakat untuk memanfaatkan semua program Kemensos dengan baik. Ke depan, pihaknya, akan terus menggalakkan program pemberdayaan termasuk bagi eks penerima manfaat agar dapat berdaya dan mandiri secara ekonomi.

Dalam acara tersebut, Juliari menyapa warga Kota Semarang dan memberikan bantuan non tunai kepada 10 warga Kota Semarang serta memberikan bantuan siswa berprestasi.



Simak Video "Kemenag Rencanakan Program Ulama Bersertifikat"


[Gambas:Video 20detik]

(akn/ega)