Amien Rais: SBY-JK Harus Berduet, Bukan Berduel
Rabu, 16 Nov 2005 15:33 WIB
Jakarta - SBY-JK sebaiknya berduet, bukan berduel. Wejangan ini disampaikan mantan Ketua MPR Amien Rais. Dia menilai SBY-JK lebih penting menyelaraskan hubungan ketimbang melakukan reshuffle kabinet."Reshuffle itu bukan suatu yang primer melainkan hanya hal yang bersifat sekunder. Sedangkan yang termasuk dalam kebutuhan pokok atau primer adalah memantapkan kepemimpinan presiden dan wakil presiden terhadap Kabinet Indonesia Bersatu, dan juga menyelaraskan hubungan antara presiden dan wakil presiden yang selama ini terlihat ada keretakan hubungan," kata Amien.Demikian disampaikan Amien usai menghadiri sidang pembacaan tuntutan terdakwa kasus korupsi KPU Nazaruddin Sjamsuddin di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (16/11/2005)."Mereka seharusnya berduet, bukan berduel. Jadi satu dengan yang lainnya saling mengisi. Sehingga kalau reshuffle tanpa diikuti dengan perubahan hubungan antarkepemimpinan, saya pesimis akan ada perubahan yang menggairahkan," papar eks Ketua MPR bergelar profesor ini.Menurut Amien, reshuffle juga hanya bersifat tambal sulam. "Ini sebenarnya tidak baik karena saya melihat pemerintahan sekarang ini sangat lamban, berhati-hati, dan tidak berani mengambil risiko," kata mantan ketua umum PAN ini.Untuk itu, menurut Amien, SBY dan JK harus saling mengisi. "Jangan karena JK memegang fraksi terbesar di DPR kemudian dia bertindak seperti seorang saudagar atau pedagang. Kalau begini terus dua tahun pemerintah berjalan akan sama seperti saat ini," kata Amien.
(aan/)











































