Alasan Cemburu, Alisaba Bunuh Bocah 4 Tahun di Medan

Alasan Cemburu, Alisaba Bunuh Bocah 4 Tahun di Medan

Budi Warsito - detikNews
Jumat, 22 Nov 2019 17:53 WIB
Alisaba Nazara, pelaku pembunuhan bocah usia 4 tahun. (Foto: dok. Istimewa)
Alisaba Nazara, pelaku pembunuhan bocah usia 4 tahun. (Foto: dok. Istimewa)
Medan - AS, bocah berusia 4 tahun, tewas dicekik Alisaba Nazara, yang merupakan pacar ibu korban, Dorlida S (35). Kapolsek Namo Rambe AKP B Naibaho mengatakan pelaku membunuh korban karena merasa cemburu.

"Jadi tersangka ini merasa cemburu karena ibu korban lebih sayang kepada anaknya daripada kepada tersangka sehingga dia berniat menghabisi anak tersebut," ungkapnya kepada wartawan, Jumat (22/11/2019) di Mapolsek Namo Rambe.


Pembunuhan itu terjadi pada Kamis (21/11) siang, sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu ibu korban pergi bekerja. Pelaku diketahui sudah 2 pekan tinggal bersama Dorlida dan korban di rumah kontrakan yang berada di Dusun II Desa Ujung Labuhan, Kecamatan Namo Rambe, Kabupaten Deli Serdang. Mereka juga berencana menikah.

Alasan Cemburu, Alisaba Bunuh Bocah 4 Tahun di MedanKapolsek Namo Rambe AKBP Naibaho (Foto: dok. Istimewa)

Peristiwa itu diketahui saat ibu korban pulang kerja. Ia mencari anaknya, dan pelaku menjawab AS sedang tidur.

"Setelah dilihatnya (AS) ada memar dan tidak bernapas lagi, dia nanya, 'Kenapa ini, Bang, kok biru-biru dan tak bernapas lagi. Ayo, kita bawa ke rumah sakit,'" ujarnya menirukan.


Tersangka sempat mengatakan tidak usah membawa korban ke rumah sakit. Pelaku mengatakan AS sudah meninggal dunia.

Namun ibu korban tetap memaksa dan akhirnya mereka berdua membawa bocah malang itu ke rumah sakit dengan sepeda motor. Saat korban diperiksa di rumah sakit, ditemukan adanya luka memar di pipi kanan dan kiri serta bekas luka cekikan pada leher AS.

Temuan itu dilaporkan pihak rumah sakit ke Polsek Namo Rambe pada pukul 15.00 WIB. Setelah mengecek ke rumah sakit, polisi pun bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP).


Sejumlah barang bukti berupa baju dan celana kotor yang sudah dicuci disita polisi. "Tersangka dikenai Pasal 338 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," tandasnya.

Di hadapan awak media, pelaku mengakui perbuatannya karena cemburu. "Aku cemburu sama anaknya, karena kami kan sudah dua minggu tinggal bersama. Pernah nampak aku dia cipok-cipok. Makanya aku cemburu sama dia (korban)," pungkasnya.


Simak Video "Rekonstruksi Pembunuhan Balita di Sukabumi, Korban Dibuang ke Sungai"

[Gambas:Video 20detik]

(fdu/fdu)