Jawab Isu Viral, UAS Jelaskan Beragam Mazhab soal Hukum Bermain Catur

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 22 Nov 2019 16:44 WIB
Ustaz Abdul Somad (Ari Saputra/detikcom)
Ustaz Abdul Somad (Ari Saputra/detikcom)


Penjelasan ini ditulis Somad dalam perjalanan setelah mengisi tausiah di Bogor menuju bandara ke Muara Bungo Jambi. Somad menegaskan enggan menanggapi persoalan yang sia-sia.

"Saya tidak sempat meladeni hal sia-sia. Tapi ini masalah ilmu dan akhlak. Saya menjawab lengkap seperti jawaban guru-guru saya," imbuh Somad.

Diketahui, belakangan ini ramai dibahas mengenai hukum bermain catur. Dalam ceramahnya, UAS menyetujui bahwa catur adalah permainan yang mubazir waktu.

"Taz, boleh nggak mau main domino? Nah dalam mazhab Hanafi mengharamkan dadu dan catur, itu menghabiskan waktu," ungkap UAS dalam channel YouTube Teman Ngaji.

"Masa olahraga tapi bengong sampai tiga jam, aduh, mau persatuan catur nanti marah sama sayaterserahlah," sambung UstazSomad.
View this post on Instagram

• السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ . . Sahabat UAS @sahabatuasofficial . 1. Menurut Imam an-Nawawi dari kalangan mazhab Syafi'i: Main catur itu makruh. (Tapi jika melalaikan shalat, jadi haram). Menurut Imam Malik dan Imam Ahmad: haram. Imam Malik: catur lebih jelek dari dadu, karena lebih melalaikan. (Sumber: Syarh Shahih Muslim: juz.15, hal.15). 2. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-'Asqalani berkata: Ulama ikhtilaf tentang hukum main catur. Sebagian mereka membolehkan, karena membantu strategi perang. Diantara mereka Imam Sa'id ibn Jubair dan Sya'bi, tapi syaratnya tiga: A. Tidak judi B. Tidak melalaikan waktu shalat C. Menjaga lisan dari kata-kata buruk. Menurut Imam Syafi'i Makruh tanzih. Menurut sekelompok ulama: haram, seperti dadu. Sumber: Fatwa-Fatwa al-Azhar. Mufti: Syaikh 'Athiyyah Shaqar. 1. Saya tulis jawaban ini dalam perjalanan selesai tausiyah di Bogor menuju airport, esok shubuh ke Muara Bungo Jambi. 2. Saya tidak sempat meladeni hal sia-sia. Tapi ini masalah ilmu dan akhlaq. Saya menjawab lengkap seperti jawaban guru-guru saya. 3. Semoga keluarga seword yang selalu menyerang saya diberi rezeki halal, anak-anak sholih dan sholihah, istiqomah dan husnulkhotimah. . . . . . . . . . . @uas_originalstore @uos_katalog_akhwat @tokobuku.amanah @sahabatuasofficial @yayasanwaqafhajjahrohana

A post shared by Ustadz Abdul Somad, Lc,. M.A (@ustadzabdulsomad_official) on Nov 21, 2019 at 4:43pm PST

Halaman

(knv/fjp)