Saksi: Tedi Lolos Setelah Sandera Pengendara Motor

Saksi: Tedi Lolos Setelah Sandera Pengendara Motor

- detikNews
Rabu, 16 Nov 2005 14:37 WIB
Semarang - Tedi, anak didik Dr Azahari yang mempunyai keahlian merakit bom, berhasil lolos dari sergapan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror. Ia kabur dengan membonceng pengendara sepeda motor dan memaksanya melaju kencang. Sementara Anif Sultanudin berhasil dibekuk dalam aksi penyergapan yang diwarnai baku tembak.Peristiwa menegangkan ini terjadi sepekan lalu, Rabu (9/11/2005) pukul 14.00 WIB, di Jalan Semarang-Demak KM 7, Kelurahan Banjar Dowo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Dua orang kurir gembong teroris Azahari-Noordin Top ini disergap Tim Densus 88 setelah pada hari yang sama berhasil membekuk Muhammad Cholili alias Yahya.Aksi bak di film action ini dituturkan oleh Djatmiko (22), Satpam CV Enggal Jaya Karoseri yang berada di lokasi saat kejadian. "Sebelumya terlihat dua orang yang mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna merah yang terlihat berputar-putar di lokasi. Mereka bolak-balik, mungkin tempat itu disepakaai sebagai lokasi pertemuan," katanya kepada detikcom, Rabu (16/11/2005).Dikisahkan Djatmiko, empat polisi berpakaian preman yang mengetahui bahwa mereka teman Cholili langsung melakukan menyergapan dan melakukan tembakan. Dua orang pengendara sepeda motor yang belakangan diketahui bernama Anif dan Tedi langsung berhenti dan lari ke arah berbeda meninggalkan motornya. Salah satunya sempat memberikan perlawanan tembakan balasan ke polisi, sehingga terjadi aksi tembak menembak.Empat orang anggota Detasemen 88 Antiteror terus melakukan pengejaran. Anif berhasil ditangkap, sedangkan Tedi berhasil lolos dengan kaki terpincang-pincang setelah menyandera pengendara sepeda motor yang sedang lewat."Yang lolos (Tedi) kelihatan terluka karena ditembak sewaktu masih di atas sepeda motor Jupiter. Pada ban bagian depan ada lumuran darah," kata Djatmiko.Kepada Djatmiko, polisi mengatakan mereka menangkap orang yang terlibat narkoba. Polisi kemudian langsung pergi meninggalkan lokasi. Pada malam harinya, puluhan polisi dari Polres Semarang Timur dan Polsek Genuk berdatangan di lokasi. Mereka menyisir TKP yang berjarak sekitar 1 Km dari Polsek Genuk dan 200 meter dari Koramil Genuk. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads