Anthrax Merebak, Pedagang Coto Makassar Mulai Resah

Anthrax Merebak, Pedagang Coto Makassar Mulai Resah

- detikNews
Rabu, 16 Nov 2005 14:29 WIB
Makassar - Begitu virus anthrax merebak, pedagang coto Makassar pun resah. Mereka takut pelanggannya akan berkurang. Maklum, daging sapi adalah bahan baku utama coto Makassar.Di Makassar, coto bukan sekadar makanan khas asal Sulsel, tapi sudah menjadi kebutuhan sebagian warga. Tak heran jikalau setiap harinya, warung coto Makassar selalu dipenuhi pengunjung. Namun sejak berita soal anthrax memenuhi halaman depan koran-koran lokal, sejumlah pedagang pun mulai khawatir. "Tidak berpengaruh sekarang. Tapi takut juga," tutur Sukaenah, pemilik warung Coto Paraikatte, Jl Andi Pettarani, Makassar, Rabu (16/11/2005). Di warung ini, tiap siangnya selalu dipenuhi oleh pengunjung yang ingin makan siang dengan coto. "Sekarang ini memang berpengaruh, tapi bukan karena itu (anthrax)," ucap Sukaenah. Kendati demikian, tak tertutup kemungkinan Sukaenah akan mengurangi jumlah daging, yang biasanya ia beli 40 kg per hari. "Sekarang belum dikurangi. Tapi lihat saja nanti," katanya. Untuk menjamin daging yang dijualnya tidak terjangkit virus anthrax, Sukaenah pun membeli daging di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). "Kita beli daging di tempat yang resmi. Di situ ketat pengawasannya," ucapnya. Sementara itu, di warung Coto Maros, Jl Urip Sumohardjo, pengunjung yang biasanya memenuhi ruang, kini tak tampak lagi. Hanya belasan orang yang tampak makan di tempat itu. "Tapi bukan karna anthrax, tapi memang akhir-akhir ini penjualan menurun," ujar Hidaya, salah seorang anak dari pemilik warung ini. Tapi Hidaya juga mengakui kekhawatirannya terhadap ancaman virus yang menjangkiti hewan ternak ini. "Takut juga, saya kan baca di koran," terangnya. Hidaya, yang kerap dipanggil Yaya, pun berharap virus anthrax segera dimusnahkan. "Mudah-mudahan cepat hilang. Lagi pula kami di sini tidak beli daging impor, hanya beli daging lokal. Tapi daging lokal juga mulai kena," keluhnya. Hingga kini, sebanyak 3 ekor sapi di Kelurahan Tamangapa mati karena virus ini. Puluhan sapi lainnya juga telah dinyatakan positif terkena bakteri Bacillus anthrachis, yang menyebabkan munculnya virus anthrax. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads