Darurat Sampah, Pemkab Badung Bikin TPS di Terminal Mengwi

Aditya Mardiastuti - detikNews
Jumat, 22 Nov 2019 09:03 WIB
Foto: Penampakan udara sisi barat terminal yang akan jadi TPS Badung (Dok. DLHK Badung)
Foto: Penampakan udara sisi barat terminal yang akan jadi TPS Badung (Dok. DLHK Badung)
Denpasar - Hingga saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung masih mencari lahan untuk pembangunan tempat pengolahan sampah mandiri. Padahal batas waktu pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) Suwung sudah semakin mendekat, Terminal Mengwitani akhirnya menjadi opsi.

"Langkah strategis di kala darurat (sampah) ini Pak Bupati dalam waktu singkat ini harus dibangun TPA berbasis zero waste untuk sifatnya sementara di Terminal Mengwitani yang merupakan tanah milik Pemkab Badung seluas 2 hektare," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung Putu Eka Merthawan saat dihubungi via telepon, Jumat (22/11/2019).


Selama ini beberapa lahan yang ditawarkan pemerintah provinsi Bali mendapat protes dari warga setempat. Lahan seluas 2 hektare di sebelah barat Terminal Mengwi milik Pemkab pun akhirnya menjadi pilihan untuk pembangunan tempat sampah sementara.

"Ini memang sudah siap dipakai sebagai tempat pengolahan sampah dengan pola insinerator, iya dibakar tapi pembakaran tersebut tentu dengan kajian emisi yang benar. Prosedurnya nanti mempergunakan dana tanggap darurat, karena sudah darurat sampah," jelasnya.

"Rencananya mudah-mudahan dalam waktu singkat itu bisa selesai. Jadi kita masih punya waktu 8 hari kalender untuk menyiapkan diri pasca komitmen untuk Badung nol truk ke TPA Suwung," sambung Eka.



Eka menjelaskan pembangunan TPS di Terminal Mengwi bakal dikonsep sebagai recycle park atau taman daur ulang. Dia menegaskan tak mau membangun TPA seperti di Suwung atau Bantargebang.

"Nah, karena TPA Badung mau hapus istilah TPA menjadi Badung Recycle Park, kami tidak mau bilang TPA bayangannya Suwung, bayangannya Bantar Gebang, nggaklah. Kami tinggalkan konsep itu, konsepnya nanti Badung Recycle Park, area untuk daur ulang sampah terpadu," paparnya.

Rencananya Badung Recycle Park di Terminal Mengwi ini bakal mulai beroperasi pertengahan Desember. Pemkab juga bakal membangun gudang raksasa agar sampah-sampah yang akan dikelola tidak terkena air hujan.

"Diperkirakan (beroperasi) pertengahan bulan Desember. Sebelum bulan Desember kita akan siapkan pola pembuatan hangar raksasa 40x50 meter itu sebagai gudang, sampah di sana masuk dulu supaya jangan nanti banyak menumpuk, pengolahan kan perlu waktu, apalagi musim hujan," terangnya.


Pembangunan Badung Recycle Park ini rencananya bakal dibangun dengan sistem kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Pihaknya pun membuka ruang seluas-luasnya bagi investor yang tertarik untuk mengikuti beauty contest ini.

"Itu yang kita wujudkan nanti secara simultan dengan pola KPBU kerja sama dengan pemerintah dan badan usaha, nanti ikut pola bidding/beauty contest, tidak ada istilah kongkalikong, sampah harus ketulusan, tidak boleh politis, karena nanti indikatornya jelas sampah dikelola untuk masyarakat Badung," tuturnya.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta juga telah membentuk tim darurat untuk penanganan sampah di wilayahnya. Dia mengatakan persoalan sampah butuh koordinasi agar bersama-sama mencari solusi. "You can if you think you can. Semua masalah tidak bisa kita selesaikan sendiri, tapi yakin semua masalah ada solusinya," ujar Giri Prasta.

Sebelumnya, polemik di TPA Suwung berawal dari kebakaran yang terjadi di area tersebut, warga yang protes karena masalah kebakaran dan bau terus menerus tak diatasi lalu memblokade truk pembuang sampah. Pemkab Badung pun kena imbas, truk yang membuang sampah ke TPA Suwung dibatasi menjadi 15 truk/hari dari biasanya sebanyak 225 truk/hari. Badung pun diberi kesempatan untuk membuang sampah ke Suwung hingga 29 November 2019. (ams/gbr)