Masinton Minta BNN Dibubarkan, Komjen Heru Winarko Jelaskan Capaian Kinerja

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 21 Nov 2019 19:42 WIB
Heru Winarko (Agung Pambudhy/detikcom)
Heru Winarko (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu mempertanyakan peran Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam memberantas narkoba di Indonesia dan meminta agar BNN dibubarkan saja. Kepala BNN Komjen Heru Winarko justru menjelaskan capaian kinerja yang telah dilakukan BNN selama ini.

Heru awalnya mengatakan tugas di BNN sudah dibagi dalam sejumlah klaster dan telah bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti kepolisian, TNI, dan pihak Bea-Cukai. Heru juga menyebut peran BNN dalam menangkal narkoba masuk ke Indonesia.

"Dan juga yang luar jaring-jaring informasi, dan banyak yang kita tangkap, tapi juga ditangkal. Kami menangkal bagaimana narkoba ini masuk ke Indonesia. Ini bisa kita tangkal, itu yang kita lakukan. Dan tadi kita sudah sampaikan ke DPR dan itu akan memperkuat itu," ujar Heru di kompleks parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2019).



Heru juga menjelaskan masalah asesmen yang dilakukan BNN. Menurutnya, tidak semua pengguna narkoba yang tertangkap itu divonis rehabilitasi.

"Yang ditangkap-tangkap itu kita asesmen dan dia masuk jaringan apa, bagaimana ketergantungannya. Jadi memungkinkan di sini Kepolisian, Kejaksaan, dan Kehakiman, dan Mahkamah Agung, BNN. Jadi tidak semua pengguna-pengguna itu vonisnya bisa direhabilitasi," jelasnya.





Heru mengatakan pihaknya juga memetakan daerah rawan narkoba. Ia juga menampik adanya pernyataan bahwa BNN adalah tempat jenderal-jenderal nonjob.

"Nggak, kita masuk ke BNN itu ada seleksinya. Ada ikut asesmen. Itu tidak semuanya masuk, banyak juga yang tidak masuk," tegasnya.

Lebih lanjut, Heru menyatakan pemberantasan narkoba sudah berjalan efektif dan penggunaan obat terlarang itu sudah jauh berkurang. Heru juga menyebut pihaknya telah melakukan penyisiran ke lingkungan kampus dan sekolah untuk memantau penyalahgunaan ganja.

"Saya juga menyisir ke kampus-kampus, ke sekolah-sekolah. Sekarang sudah bergeser pengguna ini, yang tahun lalu kebanyakan pengguna para pekerja, sekarang sudah bergeser ke kaum remaja. Ini yang sangat memprihatinkan," ungkapnya.

Heru mengungkapkan ada 74 jenis narkoba yang saat ini beredar di pasaran. Ia pun mengimbau pihak instansi pendidikan melakukan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah anak-anaknya terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

"Yang agak kita khawatirkan jenis-jenis kayak PCC (paracetamol, caffeine, carisoprodol) yang lain-lain itu harganya cukup murah. Dan saya pesan bener kepada dari sekolah maupun orang rumah, kepala sekolah, supaya antisipasi di sana dan juga dibekali oleh muridnya, mahasiswanya, supaya menjauhi narkoba," ucap Heru.

Sebelumnya diberitakan, anggota Komisi III F-PDIP Masinton Pasaribu mengatakan, jika BNN tak kunjung bisa memberantas peredaran narkoba di Indonesia, sebaiknya dibubarkan saja. Sebab, menurut Masinton, dengan sarana-prasarana bernilai triliunan rupiah yang dimiliki, seharusnya BNN mampu mendeteksi dan memberantas narkoba lebih baik lagi.

"Pertanyaannya Pak, sejauh mana ini kita melakukan peran? Atau kita berkamuflase aja di sini. Rutinitas. Saya nggak mau rapat begini rutinitas dan kita tidak ada bisa menyelesaikan persoalan negara kali yang hari ini. Kalau memang ini jadi rutinitas saya minta BNN dievaluasi, bubarkan," kata Masinton.

"Kita akan melakukan revisi terhadap Undang-Undang Narkotika. Dilebur saja, nggak perlu lagi. Nggak ada progres. Setiap hari saya cemas dengan anak saya. Tetangga kita ini pak cemas dengan anaknya kita takut dengan pergaulan anak kita sendiri hari ini, Pak," sambung dia. (azr/knv)