Jokowi: 95% Bahan Baku Obat Tergantung Impor, Ini Nggak Boleh Lagi

Andhika Prasetia - detikNews
Kamis, 21 Nov 2019 15:28 WIB
Jokowi (Andhika/detikcom)
Jokowi (Andhika/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti mayoritas bahan baku obat yang masih impor. Jumlahnya mencapai 95 persen.

"Laporan yang saya terima, 95 persen bahan baku obat masih tergantung pada impor. Ini sudah nggak boleh lagi dibiarkan berlama-lama," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas mengenai program kesehatan nasional di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2019).


Untuk itu, Jokowi meminta skema insentif riset bahan obat dinaikkan. Dengan demikian, diharapkan bahan baku obat dalam negeri bisa bersaing.

"Saya juga minta diperbesar skema insentif bagi riset yang menghasilkan temuan obat maupun alat kesehatan terbaru yang kompetitif dibandingkan produk-produk impor," ujar Jokowi.

Jokowi juga membahas soal laporan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang meningkat dari 133 juta penerima manfaat pada 2014 menjadi 222 juta berdasarkan data terbaru. Sebanyak 96 juta jiwa di antaranya adalah masyarakat tidak mampu yang digratiskan pemerintah.

"Ini laporan terakhir yang saya terima bahwa cakupan kepesertaan untuk JKN-KIS itu sudah mencapai, dari 133 juta (jiwa) di 2014 sekarang sudah 222 juta. Dari keseluruhan itu, 96 juta itu adalah masyarakat yang tidak mampu yang digratiskan oleh pemerintah yang iurannya dibantu oleh pemerintah," papar Jokowi.


Jokowi juga menyampaikan besaran anggaran subsidi kesehatan. Ada sekitar 150 juta jiwa yang sudah disubsidi pemerintah.

"Perlu juga saya sampaikan hingga 2018 pemerintah telah keluarkan dana kurang lebih Rp 115 triliun, belum lagi iuran yang disubsidi Pemda yakni 37 juta (jiwa) dan TNI-Polri 17 juta (jiwa). Artinya yang sudah disubsidi oleh pemerintah itu sekitar 150 juta jiwa," kata Jokowi.




Tonton juga video Bahas 5 'Bali Baru', Jokowi Tekankan Pentingnya Kebersihan dan SDM:

[Gambas:Video 20detik]



(dkp/haf)