Sekda DKI Jelaskan Pemicu Rencana Anggaran 2020 Defisit Rp 10 T

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 21 Nov 2019 13:32 WIB
Foto: Sekda DKI Saefullah. (Zhacky-detikcom)

Saefullah menyebut salah satu pemicu defisit rencana anggaran adalah banyaknya program yang direncanakan. Namun ternyata, berdasarkan perhitungan yang dilakukan kemampuan keuangan masih belum mencukupi.

"Hitungan kami di eksekutif akan kemampuan keuangan kan pada akhirnya jatuhnya kemampuan keuangan. Program boleh banyak angan-angan boleh banyak rencana boleh banyak, tapi pada akhirnya adalah kata kuncinya kemampuan," ucap Anies.

Sebelumnya, Saefullah mengatakan Pemprov DKI berorientasi pada kegiatan yang punya dampak langsung ke masyarakat. Perjalanan dinas hingga konsumsi rapat bakal dikurangi.

"Jadi orientasinya adalah kegiatan yang punya dampak langsung ke masyarakat dipertahankan. Untuk urusan wajib, pendidikan, kesehatan, infrastruktur kota kan harus jalan terus. Kemudian perjalanan dinas jangan terlalu sering, jangan terlalu banyak," ucap Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (24/10).



"Ya itu (soal konsumsi dan alat tulis kantor) kita minta sisir. Yang betul-betul penting saja. Juga demi kesehatan semuanya, ya kesehatan kita. Ada konsumsi kan kita juga jarang-jarang makan," ujar Saefullah.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga pernah meminta anak buahnya menyisir ulang rencana anggaran 2020. Hal itu agar dilakukan agar tak ada pengeluaran yang tidak perlu.

"Jangan ada pengeluaran yang tidak perlu. Kalau tidak perlu, ya nggak usah dikeluarkan. Diberikan kepada tempat lain yang lebih penting," ujar Anies usai memberikan pengarahan rencana Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (23/10).
(aik/haf)