Sekda DKI Jelaskan Pemicu Rencana Anggaran 2020 Defisit Rp 10 T

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 21 Nov 2019 13:32 WIB
Foto: Sekda DKI Saefullah. (Zhacky-detikcom)
Foto: Sekda DKI Saefullah. (Zhacky-detikcom)
Jakarta - Rencana anggaran DKI Jakarta 2020 masih mengalami defisit Rp 10 triliun meski Pemprov DKI sudah melakukan penyisiran dan mengurangi anggaran yang dianggap tidak penting alias efisiensi. Mengapa defisit rencana anggaran masih terjadi?

"Saya rasa itu dinamika pembahasan, itu biasa. Naik turun, prioritas tidak prioritas, itu hal biasa," ucap Sekda DKI Saefullah di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta (21/11/2019).



Pemprov DKI mengajukan rencana KUA-PPAS pada Juli 2019 senilai Rp 95,9 triliun. Lalu, pada Oktober, Pemprov menyampaikan ada penurunan rencana menjadi Rp 89,4 triliun.

Setelah dihitung lagi, rencana KUA-PPAS hasil pembahasan komisi masih tinggi. Sementara, rencana pendapatan DKI Jakarta berada di nilai Rp 87 triliun.

"Jadi rencana pendapatan kita di 2020 yang akan datang tadi berdasarkan rapat-rapat komisi itu terungkap angka Rp 97 triliun. Tapi kemampuan keuangan daerah kita, setelah kita hitung, itu ada di Rp 87 triliun sekian. Jadi masih ada selisih Rp 10 triliun," ucap Saefullah.
Selanjutnya
Halaman
1 2