Partai Tak Senang dengan Kabinet

Wapres Jusuf Kalla:

Partai Tak Senang dengan Kabinet

- detikNews
Rabu, 16 Nov 2005 12:11 WIB
Jakarta - Sekarang ini mayoritas partai politik (parpol) tidak senang dengan kadernya yang duduk sebagai menteri di Kabinet Indonesia Bersatu. Parpol kecewa terhadap menteri karena mereka tidak bisa memberikan kontribusi kepada partainya.Demikian disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sambutan seminar "Peningkatan Iklim Investasi di Indonesia di Hotel Shangri-La", Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (16/11/2005). Hadir dalam acara itu, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sri Mulyani dan Direktur Bank Dunia Andrew Steer. Wapres menceritakan kekecewaaan parpol terhadap menteri terkait upaya pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Menurut Kalla, saat ini pemberantasan korupsi telah menimbulkan ketakutan sangat tinggi bagi para pejabat termasuk para menteri. "Sekarang ini tingkat ketakutan yang paling tinggi. Partai tak senang dengan kabinet. Golkar tidak senang, PKS, PKB, PPP, tidak senang. Semua tidak senang. Kenapa partai bisa tidak senang? Karena apa yang terjadi menteri-menteri kabinet sekarang itu tak bisa berbuat apa-apa kepada partainya," kata Kalla.Dulu para menteri masih mendapatkan tambahan penghasilan di luar gaji resminya. Dana itulah yang kemudian bisa disumbangkan kepada parpol. Tapi sekarang ini, kata Kalla, menteri-menteri ketakutan luar biasa sehingga sering menolak jika dipanggil parpolnya. "Dipanggil partai, dia angkat tangan saja. Mungkin ada kongres, ada apa, dia tidak bisa bikin apa-apa," jelas pria asal Sulsel itu. Menurut Kalla, sikap para menteri itu menunjukkan tingginya tingkat disiplin para menteri terhadap pemberantasan KKN. Jika menteri saja takut KKN, lanjut Kalla, pejabat tingkat Dirjen dan Gubernur pun akan melakukan hal yang sama.Namun di sisi lain, Kalla mengingatkan, ketakutan berbuat KKN itu menyebabkan kerja para menteri menjadi lamban. Dia mencontohkan proses rekonstruksi di Aceh diawasi oleh 8 lembaga antara lain Timtas Tipikor, KPK, BPK, BPKP, Kejaksaan, Polri dan BRR. "Pantas Pak Kuntoro (Kuntoro Mangkusubroto, Kepala BRR) tidak banyak berbuat, 8 mata mengawasi dirinya," kata Kalla.Dengan fakta pengawasan yang ketat tersebut, Kalla mengajak masyarakat optimistis tingkat korupsi di Indonesia sudah turun. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads