Anies Diminta Tegas Potong Anggaran yang Tak Dibutuhkan Warga

Anies Diminta Tegas Potong Anggaran yang Tak Dibutuhkan Warga

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 21 Nov 2019 09:35 WIB
Idris Ahmad/ (Foto: Rolando/detikcom)
Idris Ahmad/ (Foto: Rolando/detikcom)
Jakarta - Sekretaris Daerah DKI, Saefullah, mengatakan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DKI tahun 2020 berselisih Rp 10 triliun antara kemampuan keuangan dengan rancangan kegiatan. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tegas dalam melakukan efisiensi anggaran.

"Kami harap Pak Gubernur bisa tegas. Memotong anggaran segitu besar akan menjadi keputusan sulit serta ada banyak pertentangan dan kepentingan, tapi mau tidak mau harus dilakukan secara cepat dan cermat," ujar Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad kepada wartawan, Rabu (20/1/2019) malam.

Untuk menanggulangi defisit tersebut, Idris menilai perlu adanya efisiensi pada pos belanja tidak langsung. Menurut Idris, untuk pos belanja tidak langsung yang bisa dipangkas yakni pemberian hibah.

"Pada belanja tidak langsung, belanja hibah di RPJMD adalah Rp 2 triliun. Sedangkan saat ini dianggarkan Rp 2,8 triliun. Oleh karena itu, perlu efisiensi pada pos belanja hibah. Selain itu, belanja bantuan keuangan di RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) sebesar Rp 305,4 miliar, sedangkan saat ini Rp 631,9 miliar, sehingga untuk pos belanja ini juga perlu efisiensi," kata Idris.



Selanjutnya
Halaman
1 2