ADVERTISEMENT

Menag Wanti-wanti Penceramah Pilih Ayat

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Nov 2019 06:37 WIB
Foto: Fachrul Razi usai rapat di DPR (Zhacky/detikcom)


Fachrul meminta semua pihak untuk bijak dalam menyampaikan pernyataan. Menurut Fachrul, Indonesia merupakan negara yang heterogen.

"Jangan lupa, di negara Indonesia ini tidak semua mayoritas agama tertentu. Ada mayoritas lain di tempat tertentu. Bagaimana kalau mereka juga membalas. 'Anda salah dan anda saya catat nama anda sebagai salah satu provokator yang perlu diwaspadai'," ujarnya.

Fachrul kemudian bicara mengenai banyaknya orang yang tak suka atas pernyataannya yang akan menjadi menteri bagi semua umat beragama. Dia sadar pernyataan tersebut menimbulkan polemik namun tetap harus diungkapkan.

"Seperti yang teman-teman ketahui saya baru saja diangkat menjadi menteri agama dan saya nyatakan saya adalah menteri agama republik Indonesia. Mungkin tidak semua orang suka tapi menurut saya itu yang paling tepat dalam situasi sekarang untuk saya nyatakan supaya bangsa ini benar-benar kompak," kata Fachrul.

Menurut Fachrul, keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat tentara untuk mengisi jabatan Menteri Agama sudah tepat. Tanpa mendiskreditkan masyarakat sipil, menurutnya, kalangan tentara biasa menghadapi tantangan perpecahan bangsa.

"Melihat situasi yang dihadapi dan tantangan ke depan saya pikir-pikir betul juga Pak Jokowi ingin mengangkat menteri agama itu dari tentara. Orangnya siapa bukan persoalan. Karena mungkin tentara itu sangat biasa sih deal-deal dengan tantangan seperti ini, bukan berarti sipil nggak bisa tapi mungkin kurang terbiasa. Kalau tentara kan biasa mungkin deal-deal anak-anak nakal itu jadi lebih baik, ya kalau nggak jadi baik mungkin dijitak sedikit gitu mungkin jadi baik," ucap Fachrul.
(knv/zak)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT