Round-Up

Kapolri Ditagih Kasus Novel hingga Program Antiperut Buncit

Audrey Santoso - detikNews
Rabu, 20 Nov 2019 22:01 WIB
Rapat Pertama Kapolri Jenderal Idham Azis dengan DPR. (Lamhot Aritonang/detikcom)
Rapat Pertama Kapolri Jenderal Idham Azis dengan DPR. (Lamhot Aritonang/detikcom)


Di tengah rapat, anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Trimedya Panjaitan mengusulkan agar Kapolri mengeluarkan soal seragam dimasukkan hingga polisi berperut buncit menguruskan badan. Dia meminta imbauan tak hanya dikeluarkan Polri terkait gaya hidup mewah.

"Pertama, saya itu tak terlalu sreg, Pak, polisi ini bajunya dikeluarin. Kalau bisa, seperti dulu lagi, dimasukin bajunya. Dari zaman Mas Tito baju dikeluarin, tapi kalau saya lihat polisi lebih sreg baju dimasukin lagi, lebih rapi kelihatannya, lebih dekat dengan rakyat," ucap Trimedya.

"Jadi kami usulkan Pak Sigit (Kadiv Propam Polri Irjen Listyo Sigit) ini ke daerah juga ngecek, bila perlu Kapolri-nya badannya seperti ini, lihat kapolda-kapolda, kapolres yang perutnya buncit itu suruh kurusin. Jangan cuma soal kemewahan," lanjut Trimedya.


Hal itu membuat Idham senyum-senyum. Dalam kegiatan ini, Idham didampingi Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmonto hingga Kabarhakam Irjen Firli dan Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal. Kemudian juga Kapolda Metro Jaya Irjen Eddy Gatot, Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto, Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir, Kapolda DIY Irjen Ahmad Dofiri, Kapolda Riau Irjen Agung Setya, hingga Kapolda Jateng Rycko Amelza Dahniel.

Trimedya kembali bersuara mengenai keluhan kepala daerah terkait 'jatah' untuk Kapolres hingga Kapolda. Idham pun berjanji akan mencopot oknum Polri tersebut jika terbukti bersalah. Trimedya menuturkan ada 187 kepala daerah gubernur, bupati, wali kota, dan wakil-wakilnya di PDIP dan rerata para pimpinan daerah mengaku terbebani oleh masalah ini.

"Kepada pada Kasatwil saya, yang bermain-main dengan pemda yang bermain-main minta proyek ini memang bukan rahasia umum, Pak. Saya pernah dinas di luar wilayah, dia harus kita tindak. Obatnya cuma satu, kita tindak. Saya kira kita mencopot 10 atau 15 Kapolres itu tidak goyah organisasi," jawab Idham.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4