Round-Up

Kapolri Ditagih Kasus Novel hingga Program Antiperut Buncit

Audrey Santoso - detikNews
Rabu, 20 Nov 2019 22:01 WIB
Rapat Pertama Kapolri Jenderal Idham Azis dengan DPR. (Lamhot Aritonang/detikcom)
Rapat Pertama Kapolri Jenderal Idham Azis dengan DPR. (Lamhot Aritonang/detikcom)


Setelah itu, Idham melaporkan perkembangan kasus penyiraman air keras ke penyidik senior KPK Novel Baswedan. Idham menekankan Polri telah bekerja keras dan berjanji akan terus mencari pelakunya.

"Dalam kasus penyiraman air keras terhadap korban Saudara Novel Baswedan, Polri telah bekerja secara maksimal, melakukan langkah-langkah penyidikan dengan berkoordinasi dengan pihak eksternal, seperti KPK, Kompolnas, Komnas HAM, Ombudsman, para pakar nasional, bahkan dengan kepolisian Australia, AFP," kata Idham.

Idham kemudian menuturkan penyidik sudah memeriksa 73 saksi, bersama kepolisian Australia memeriksa rekaman CCTV di 38 titik sekitar TKP, daftar tamu hotel serta penghuni kontrakan dan kamar kos di sekitar TKP. Kemudian Idham mengaku telah memeriksa 114 toko kimia di radius 100 km dari TKP, rekonstruksi wajah yang diduga pelaku, dan mengamankan 3 saksi yang dicurigai meski akhirnya tak terbukti.

"Mempublikasikan sketsa wajah dan mencari orang yang dicurigai sebagai pelaku, membuka media hotline 24 jam dengan nomor 0813398844474 dan menindaklanjuti setiap info yang masuk. Membentuk tim pengawas internal untuk melaksanakan audit terhadap proses penyidikan, berkoordinasi dan membuka ruang komunikasi dengan pihak eksternal, yaitu KPK, Komnas HAM, Kompolnas, dan Ombudsman," lanjut dia.


Penjelasan Idham tersebut mendapat tanggapan dari anggota Komisi III dari Fraksi Demokrat Benny K Harman. Benny pun menduga Idham sebenarnya sudah tahu pelaku penganiayaan tersebut.

"Saya tahu pasti Pak Kapolri tahulah siapa pelakunya, tinggal ada kemauan atau tidak untuk ya menangkapnya," ujar Benny.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4