MPR Gandeng BNN, Siap Perangi Narkoba Lewat Empat Pilar Kebangsaan

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Rabu, 20 Nov 2019 19:52 WIB
MPR menggandeng BNN untuk memerangi narkoba lewat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. (Dok. Bamsoet)
MPR menggandeng BNN untuk memerangi narkoba lewat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. (Dok. Bamsoet)
Jakarta - MPR membuka kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memerangi narkoba. MPR dan BNN memerangi narkoba melalui sosialisasi Empat Pilar yang sudah berjalan selama ini.

"Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tidak hanya sekadar dilakukan dengan simposium maupun seminar saja. Melainkan juga ada aksi nyata, khususnya dengan BNN, dalam mencegah generasi muda terpapar narkoba," kata Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam keterangan tertulis, Rabu (20/11/2019).

Menurut Bamsoet, perlu pencegahan sejak dini untuk melawan teror narkoba yang merusak bangsa dan negara. Bamsoet menyebut MPR dan BNN punya semangat yang sama untuk memerangi bahaya narkoba.


"MPR RI dan BNN punya semangat yang sama dalam menjaga bangsa dan negara. Semangat kebangsaan menjadikan Indonesia tetap utuh dari berbagai teror maupun tindakan yang memecah belah bangsa. Teror narkoba yang sudah memasuki semua lini, dari mulai anak-anak sampai dewasa, pria dan wanita, tak boleh kita diamkan," ujar Bamsoet.

Perang terhadap narkoba dilakukan karena banyak generasi muda jadi korbanPerang terhadap narkoba dilakukan karena banyak generasi muda jadi korban. (Dok. Bamsoet)

Bamsoet mengatakan perlu sosialisasi yang simultan dilakukan karena saat ini sudah banyak berkembang jenis narkoba baru yang tidak diketahui anak muda. Bamsoet juga menyoroti banyaknya varian new psychoactive substances (NPS) yang kini beredar di kalangan generasi muda, seperti tanaman kratom yang berada di Kalimantan.
"BNN perlu segera mengambil tindakan. Karena yang paling berbahaya adalah jika orang-orang tidak tahu tumbuhan tersebut adalah tumbuhan berbahaya bagi kesehatan. Namun demikian, tak hanya sekadar melarang masyarakat membudidayakan kratom, BNN bersama pemerintah pusat dan daerah juga perlu memikirkan langkah taktis sebagai substitusi bagi masyarakat," ungkapnya.

Lebih lanjut, Bamsoet mengatakan dirinya tak ingin Indonesia menjadi surga narkoba karena tak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Selain itu, menurutnya, penggunaan narkoba bisa menghambat peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.


Politikus Golkar itu menyebut, berdasarkan data BNN, saat ini pengguna narkoba di Indonesia mencapai 4,5 juta jiwa atau sekitar 1,8 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Sebanyak 50 persen atau sekitar 2 juta di antaranya merupakan pengguna baru dari anak-anak muda.

"Sedangkan yang menjadi pecandu lebih-kurang 800 ribu jiwa. Angka-angka tersebut bukanlah angka kecil, jika didiamkan bisa menjadi bola salju yang terus menggelinding dan membesar. BNN juga bisa melakukan terobosan dengan menggandeng BUMN agar pengelolaan CSR-nya bisa ditujukan untuk membina kalangan rumah tangga menjadi benteng utama bagi keluarga terbebas narkoba," pungkasnya. (azr/jbr)