detikNews
Rabu 20 November 2019, 19:42 WIB

Menhub: Mitigasi Bencana Penting untuk Pengembangan Kota Pesisir

Angga Laraspati - detikNews
Menhub: Mitigasi Bencana Penting untuk Pengembangan Kota Pesisir Foto: Kemenhub
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan peringatan dini bencana tsunami yang diberikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sangat bermanfaat bagi para pengelola transportasi baik pelabuhan, dermaga dan juga bandara. Peringatan ini sangat diperlukan untuk meningkatkan mitigasi bencana.

"Peringatan dini tsunami ini bermanfaat bagi memberikan peringatan bagi sejumlah operator dermaga, pelabuhan, dan bandara agar lebih siap dan dapat melakukan evakuasi dini guna meminimalisir kerusakan infrastruktur," jelas Budi, dalam keterangan tertulis, Rabu (20/11/2019).

Saat memberikan arahan pada pembukaan International Workshop yang diselenggarakan oleh BMKG di Jakarta itu, Budi mengatakan peringatan dini tsunami yang handal sangat dibutuhkan karena Indonesia memiliki banyak infrastruktur transportasi yang berlokasi di daerah pesisir. Untuk itu, dalam membangun banyak infrastruktur transportasi seperti pelabuhan maupun bandara, harus juga mengelola risiko bencana pesisir terutama tsunami. Untuk itu, peringatan dini dari BMKG sangat dibutuhkan.


"Meningkatkan mitigasi bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami akan menjadi bagian penting dari strategi pengembangan kota pesisir Indonesia," ungkapnya.

Budi mengapresiasi BMKG yang telah berupaya memperkuat rantai atau alur peringatan dari pusat peringatan ke titik-titik infrastruktur kritis yang ada di seluruh wilayah Indonesia. Budi juga mengingatkan kepada operator atau pengelola dermaga, pelabuhan, serta bandara agar menyadari bahwa terdapat tanggung jawab besar yang dimiliki oleh para operator untuk menerima informasi peringatan bencana dan melakukan evakuasi dengan benar.

Sebagai informasi, BMKG bekerja sama dengan Intergovernmental Oceanographic Commission of the United Nations for Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO-IOC) menyelenggarakan Workshop bertema 'Memperkuat Mata Rantai Peringatan Dini Tsunami ke Infrastruktur Kritis dengan Fokus pada Pelabuhan dan Bandara di Pesisir Pantai Samudera Hindia'. Workshop ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Tsunami Dunia (5 November) dan 15 tahun Tsunami Aceh (26 Desember).

Kegiatan ini dihadiri oleh para peneliti berjumlah 24 peserta internasional dari 15 negara dan 48 peserta nasional. Selain itu, 2 pakar internasional dari Jepang juga akan hadir memberikan paparan terkait dengan strategi meningkatkan ketangguhan (resiliency) infrastruktur penting saat diterpa bencana tsunami.


Dalam kegiatan ini, turut hadir Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan Sugihardjo, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Dwikorita Karnawati, Kepala Badan SAR Nasional Bagus Puruhito, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo.




Tonton juga video Menhub Ajak Vote Soekarno-Hatta Jadi Bandara Terbaik di Dunia:

[Gambas:Video 20detik]




(akn/ega)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com