detikNews
Rabu 20 November 2019, 16:17 WIB

Kisah Dewi, dari Kerja Kantoran Jadi 'Ratu Aspal' di Jalanan

Moch Prima Fauzi - detikNews
Kisah Dewi, dari Kerja Kantoran Jadi Ratu Aspal di Jalanan Foto: Dok. Grab Indonesia
Jakarta - Di setiap kesulitan pasti ada jalan, itulah yang dirasakan oleh Dewi asal Kota Surabaya. Perempuan kelahiran 1988 silam ini bergabung dengan Grab saat kontrak kerjanya sebagai karyawan diujung tanduk.

Perempuan bernama lengkap Ika Dewi Sulistiani ini mengatakan dikontrak selama satu tahun untuk menggantikan karyawan yang sedang cuti melahirkan. "Pekerjaan itu saya terima karena saya butuh biaya untuk hidup saya dan keluarga walaupun sebentar," ungkapnya dalam keterangan tertulis Grab, Rabu (20/11/2019).

Saat kontraknya akan habis, ia mulai mencari-cari lowongan baru. Beruntung di media sosial Facebook Dewi menemukan lowongan sebagai driver Grab.

"Saat itu kebetulan ada yang pasang lowongan Grab. Katanya dibutuhkan mitra pengemudi perempuan dan laki-laki. Syaratnya memiliki SIM, KTP, KK, STNK, dan SKCK. Menurutku kok syaratnya masuk akal. Dari situ saya langsung ingin coba. Kebetulan Sabtu dan Minggu kan libur, hari Sabtu saya coba mendaftar di Grab," lanjut Dewi.


"Pas daftar, saya sempat minder. Loh, kok yang daftar laki-laki semua sedangkan saya perempuan sendiri. Tapi meskipun saya minder saya tetap duduk di
situ," paparnya.

Ia mulai aktif mencari order dari pukul 06.00 pagi sampai pukul 21.00 malam. Kini, Dewi telah menjadi mitra GrabBike selama satu tahun.

Menurut Dewi, meski pekerjaannya terkesan sepele, wara-wiri di jalan raya, tetapi ia berprinsip untuk menjaga lisan dan menjaga diri. "Saya menanamkan ke diri sendiri, walaupun pekerjaan ini fleksibel, tetapi kita tidak boleh mencari uang sesuka hati saja. Harus tetap kerja keras," tuturnya.

Oleh sebab itu, Dewi memiliki target yang harus dicapai oleh dirinya sendiri. Contohnya, jika ia berangkat kerja pukul 06.00 pagi maka hari itu ia harus bisa mendapatkan uang minimal Rp 200.000.

"Kalau bisa lebih kenapa tidak diusahakan. Selagi saya tidak sakit parah saya akan tetap bekerja. Bagi saya kerja itu penting, karena anak butuh biaya," imbuhnya.


Namun demikian, kerja keras Dewi tidak serta merta menghilangkan kewajibannya sebagai seorang ibu. Dewi tetap membagi waktu untuk bersama anaknya. Dewi juga selalu mengusahakan kondisi pekerjaan tidak mempengaruhi kondisi rumahnya.

Menurut Dewi, menjadi mitra pengemudi GrabBike memiliki banyak manfaat dan keuntungan. Salah satunya adalah yang Dewi lakoni. Ia bisa bekerja menjadi driver sambil berjualan. Dewi membuat jadwal untuk dirinya sendiri, selama hari Senin sampai Jumat, ia bekerja full menjadi mitra pengemudi. Sedangkan di hari Sabtu ia ambil libur yang biasanya digunakan untuk istirahat. Sedangkan di hari Minggu, ia digunakan untuk berjualan.

"Dari awal memang sudah berencana kalau ada sisa uang penghasilan nge-Grab bakal dijadikan modal usaha. Saya juga berpikir, usia seseorang itu semakin lama semakin tua. Saya tidak bisa selamanya menjadi driver karena tenaga saya pasti menurun nantinya. Tapi saya senang sekali di usia 31 tahun ini saya dipertemukan dengan Grab. Saya bisa mencari nafkah untuk anak dan keluarga saya. Pilihan yang tepat untuk saya yang seorang single parent," pungkasnya.
(prf/ega)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com