Kapolri Tetap Yakin 100% Azahari Sudah Tewas
Rabu, 16 Nov 2005 11:12 WIB
Jakarta -
Tewasnya Dr Azahari Husin masih diragukan sebagian besar masyarakat. Sikap polisi yang menolak keluarga teroris itu melihat jasad Azahari makin membuncahkan keraguan itu. Tapi Kapolri Jenderal Pol Sutanto tetap yakin 100 persen, teroris yang tewas dalam penggerebekan di Batu, Malang, Jatim, adalah Azahari."Kalau polisi sudah cukup dengan sidik jari," tegas Kapolri saat dicegat di Gedung Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (16/11/2005).Dalam ilmu pembuktian, dijelaskan Kapolri, ada bermacam-macam identifikasi jenazah, seperti sidik jari, tes DNA, dan ontologi, yakni susunan gigi geriginya. Atau juga bisa dengan ciri-ciri fisik.Dan polisi yakin yang tewas saat digerebek di Perumahan Flamboyan Indah, Batu, Malang, Jawa Timur, itu adalah Azahari. Hal itu diperkuat oleh keterangan saksi, yakni M Cholili yang sebelumnya bersama Azahari dan Arman tinggal di rumah tersebut.Cholili mengakui ada ciri-ciri jam yang digunakan Azahari dan sejumlah ciri lainnya juga disampaikan alumnus Universitas Negeri Malang ini.Sedangkan polisi berdasarkan identifikasi jari-jari Azahari menggunakan dua pembanding, yakni dari Malaysia dan Indonesia. Dan kedua sidik jari pembanding itu sangat identik. "Satu sidik jari saja identik, kita sudah yakin 100 persen, apalagi sepuluh-sepuluhnya," tandas Kapolri.Dalam pembuktian peradilan, di negara mana pun, imbuh Kapolri, dengan salah satu identik itu sudah cukup. Sebab yang lain pasti akan identik."Itu yang akan meyakinkan kita bahwa itu Azahari. Yang berkepentingan ini Azahari atau bukan kan polisi. Kalau kita yakin dengan pembuktian yang ada bahwa itu Azahari, ya kita selesai mencari Azahari. Sekarang kita tinggal memfokuskan diri mencari pelaku-pelaku lain untuk bisa kita tangkap," paparnya.Saat ditegaskan lagi mengenai sikap masyarakat yang masih tidak percaya dengan prestasi polisi ini, Kapolri hanya mengatakan, "Ya jangan sampai dibalikkan, yang butuh percaya itu kan polisi. Dan dari pihak keluarga sudah ada surat dari pemerintah Malaysia, ya kita bantu."
(umi/)










































