Single Parent, Sawitri Gantungkan Asa Jadi Drvier GrabCar

Single Parent, Sawitri Gantungkan Asa Jadi Drvier GrabCar

Moch Prima Fauzi - detikNews
Rabu, 20 Nov 2019 13:13 WIB
Foto: Dok. Grab Indonesia
Foto: Dok. Grab Indonesia
Jakarta - Usianya memang telah memasuki kepala lima, namun Sawitri masih gigih mencari peruntungan sebagai mitra pengemudi GrabCar di Kota Surabaya. Bagaimana ia bisa sampai menjadi seorang driver taksi online?

Perempuan single parent ini memiliki tiga orang anak. Ia menjadi driver GrabCar karena melihat banyaknya kaum adam yang menjadikan profesi tersebut sebagai mata pencarian utama. Berbekal mobil sewaan ia mantap untuk menjadi mitra GrabCar.

"Saya lihat banyak kepala rumah tangga, bapak-bapak yang bekerja menjadi pengemudi dan dijadikannya sebagai mata pencariannya. Dari situ saya berpikir, berarti profesi ini bisa untuk mencari nafkah. Kemudian saya berpikir lagi, apa perempuan juga bisa?" terangnya dalam keterangan tertulis Grab, Rabu (20/11/2019).

"Dari sini, pikiran saya benar-benar terbuka, bahwa perempuan juga bisa mencari nafkah dengan menjadi mitra pengemudi," imbuh dia.


Sebelumnya, Sawitri adalah seorang ibu rumah tangga yang seluruh hidupnya dihabiskan untuk keluarga. Hingga akhirnya dia berpisah dengan suaminya dan hal ini membuatnya menutup diri. Selain itu, Sawitri memang tipe perempuan penyendiri dan tidak mudah untuk sekadar mengobrol dengan orang baru. Bahkan ia cenderung menghindari pertemanan yang terjalin erat.

Pengalaman mendapatkan penumpang pertama memiliki kesan tersendiri bagi Sawitri. Ia merasa senang bisa menyelesaikan tugas pertamanya. Meski begitu berhadapan dengan orang asing dalam satu mobil, membuat ia sempat merasa takut.

"Tapi saya selalu mencoba untuk bilang pada diri saya sendiri, hanya jemput, kemudian antar ke tujuan, dan terima uang. Sudah. Tapi begitu saya sudah menyelesaikan satu trip ini dan mendapat uang, senangnya bukan main. Saya langsung pulang dan cerita ke anak-anak saya," kenangnya.

Dalam sehari Sawitri bisa menyelesaikan 9 perjalanan. Terkadang ia juga mencapai 22 perjalanan, dan menjadi rekornya saat itu. "Waktu itu berangkat jam 6 pagi selesai jam 10 malam," katanya.

Namun saat ini, Sawitri tidak memiliki target khusus, berapa banyak jumlah trip yang didapat akan diambilnya dalam satu hari. Ini mengingat kondisinya yang harus memprioritaskan anak-anak. Sawitri biasanya memulai mengambil penumpang setelah mengantar anak ketiganya pergi sekolah dan pulang menyesuaikan dengan jam pulang sekolah anaknya.


Kini Sawitri hanya berharap, dirinya bisa lebih kuat lagi, khususnya dalam urusan fisik. "Semoga lebih lancar lagi setidaknya sampai ketiga anak saya 'mentas'. Selanjutnya mungkin saya akan tetap bekerja tetapi karena memang hobi saya untuk kesenangan saya," pungkasnya.

Sawitri adalah salah satu dari jutaan mitra pengemudi Grab meraih impiannya demi membahagiakan orang tersayang. Saat ini, Grab menyediakan layanan dengan jangkauan terluas di Asia Tenggara di 338 kota yang tersebar di 8 negara dengan lebih dari 152 juta unduhan aplikasi, termasuk Indonesia tempat Grab beroperasi di 224 kota dari Sabang hingga Merauke. (prf/ega)