Cak Imin Tak Penuhi Panggilan Jadi Saksi di KPK

Ibnu Hariyanto, Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 19 Nov 2019 22:00 WIB
Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (Lamhot Aritonang/detikcom)
Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (Lamhot Aritonang/detikcom)

Kasus dugaan suap ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) pada Januari 2016. Saat itu, KPK menangkap Damayanti Wisnu Putranti, yang masih menjadi anggota DPR dari Fraksi PDIP.

Saat itu, Damayanti diduga menerima suap terkait pengerjaan proyek jalan yang ditangani Kementerian PUPR. Kasus ini terus dikembangkan KPK hingga saat ini total sudah ada 12 orang yang terlibat, termasuk yang teranyar, Hong Arta.

Hong Arta merupakan Direktur dan Komisaris PT SR (PT Sharleen Raya JECO Group). Dia diduga memberi suap kepada eks Kepala Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BPJJN) Wilayah IX Amran Mustary dan Damayanti.

KPK menduga Hong Arta memberi suap Rp 8 miliar dan Rp 2,6 miliar kepada Amran. Dia juga diduga memberi suap serta Rp 1 miliar kepada Damayanti. Suap kepada Amran dan Damayanti itu diduga diberikan secara bertahap pada 2015.
Halaman

(idh/idh)