detikNews
Selasa 19 November 2019, 17:53 WIB

Polisi Tindaklanjuti Kasus Merkuri di Sumut yang Buat 12 Anak Lahir Cacat

Ahmad Arfah Lubis - detikNews
Polisi Tindaklanjuti Kasus Merkuri di Sumut yang Buat 12 Anak Lahir Cacat Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan - Sebanyak 12 bayi lahir cacat karena masalah kesehatan yang disebabkan limbah merkuri dari tambang emas liar di Kabupaten Mandailing Natal, Sumut. Polisi bakal menindaklanjuti persoalan ini.

"Karena ini menyangkut masalah masyarakat, kita akan melakukan upaya persuasif," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja di RS Bhayangkara Medan, Selasa (19/11/2019).

Menurut Tatan, Polda Sumut akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan ini.

"Kita nanti akan bersinergi dengan pemerintah daerah, karena ini kan melibatkan tokoh-tokoh yang ada, kemudian aparat setempat, kita tunggulah," sambungnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan merkuri yang bersumber dari pertambangan emas ilegal. Limbah merkuri ini mengalir langsung ke sungai dan bersentuhan dengan masyarakat.

"Saya sudah bentuk tim. Merkuri itu berbahaya. Anak-anak kita sudah 12 orang seperti itu, dalam tahun ini saja," kata Edy.
(fdn/fdn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com