Api yang Muncul Lagi di SMK 6 Yadika Bekasi Berasal dari Tumpukan Buku

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 19 Nov 2019 15:03 WIB
Foto: Sisa kebakaran di SMK Yadika 6 Bekasi (Rolando/detikcom)
Foto: Sisa kebakaran di SMK Yadika 6 Bekasi (Rolando/detikcom)
Bekasi - Kebakaran susulan yang melanda SMK Yadika 6 Bekasi, Jatiwaringin, Pondok Gede diduga berasal dari tumpukan buku yang terkena bara api. Bara tersebut berada di bawah tumpukan buku.

"Dari tumpukan buku kena angin, jadi tumpukan buku di atasnya sudah padam, dibawahnya mungkin masih ada titik api bara," kata Komandan Regu B, Damkar Kota Bekasi, Dody Haryono, di SMK Yadika 6 Bekasi, Jalan Wadas, Jatiwaringin, Pondok Gede, Selasa (19/11/2019).

Kemunculan api juga dipicu adanya reaksi kimia antara oksigen, bara api, dan air. Hal itu menyebabkan munculnya uap panas.

"Namanya kayu sama kertas kena api masih ada oksigen yang masukan ngebul-ngebul. Di atas itu air basah, tapi kan di bawahnya panas kan nguap dia. Kimianya seperti itu," ujar Dody.

Untuk memadamkan api, Dody mengatakan Damkar mengurai tiga unsur pemicu kemunculan api kembali. Dia mengatakan bahan yang mudah terbakar diurai terlebih dahulu.





"Jadi untuk memadamkannya itu kita musti mengurai 3, antara bahan bakar, oksigen, sama panasnya. Yang kita urai ini bahan bakarnya dulu,"

Untuk luas area kebakaran susulan, Dody mengatakan tidak terluas memakan satu ruangan. Dia mengatakan hanya di titik tumpukan buku.

"Kecil, cuma area tumpuk buku, cuma kelihatan dari luar agak gede ya. Paling cuma kaya tabunan, cuma di titik buku saja," imbuhnya.

Sebelumnya, Api tiba-tiba kembali muncul di sisa kebakaran Gedung SMK Yadika 6 Bekasi, Jatiwaringin, Pondok Gede. Kemunculan api ini membuat panik para guru.

Api itu muncul sekitar pukul 12.30 WIB, Selasa (19/11/2019). Kemunculan api pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang sedang melihat-lihat sisa kebakaran.

Api telah berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.45 Wib. Petugas langsung melakukan pendinginan di lokasi kebakaran susulan.


(mea/mea)