Panglima: Pengaktifan Babinsa Jangan Dicurigai Berlebihan

Panglima: Pengaktifan Babinsa Jangan Dicurigai Berlebihan

- detikNews
Rabu, 16 Nov 2005 03:01 WIB
Jakarta - Rencana keikutsertaan TNI dalam pemberantasan terorisme merupakan upaya tindakan preventif. TNI yang merupakan bagian dari masyarakat dan bangsa Indonesia mempunyai kewajiban dan tanggung jawab yang sama dalam memberantas teroris. "Pengaktifan kembali Babinsa jangan dicurigai berlebihan. Tetapi perannya nanti untuk membantu aparat kepolisian," kata Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dalam acara halal bihalal dengan pimpinan media di Wisma Yani, Taman Suropati 10, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/11/2005) malam. HMenurut Tarto, berbagai aksi terorisme yang terjadi selama ini menimbulkan korban masyarakat yang tak bersalah. Lebih lanjut, Tarto menjelaskan peran intelijen pada zaman dulu banyak dilakukan oleh mereka yang berseragam hijau. TNI merupakan tulang punggung sehingga menjadi pemain inti dalam mengantisipasi keamanan. Namun setelah ada pemisahan TNI-POLRI, lanjut Tarto, tugas itu diambil oleh mereka yang bukan pemain inti. Tarto juga mengatakan sudah menjadi tugas Presiden untuk menjaga rasa aman di masyarakat. "Presiden dipilih untuk mengayomi masyarakat. Maka saya usulkan ke Presiden agar TNI dilibatkan," tandasnya. (atq/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads