Round-Up

Sentilan 'Panitia Hari Kiamat' dari Ustaz Das'ad

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 19 Nov 2019 05:44 WIB
Foto: Ustaz Dasad Latif. (dok. Pribadi)
Foto: Ustaz Das'ad Latif. (dok. Pribadi)

Ustaz Das'ad yang berlatar belakang dosen Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin ini mengatakan, metode dakwahnya sesuai dengan prinsip disiplin ilmu komunikasi yang digelutinya, dengan 3 tujuan, yaitu: membuat orang lain mengetahui, lalu terjadi perubahan sikap, dan terakhir melaksanakan amalan-amalan yang diajarkan dalam Alquran dan sunnah Nabi Muhammad, sesuai dari isi ceramah yang disampaikannya.

"Berdakwah itu butuh napas yang panjang, harus bertahap, contohnya minuman khamar membutuhkan proses sebelum menjadi haram, misalnya juga saya ceramah 1 jam, tentunya jemaah yang hadir tidak semua langsung paham isi ceramah saya, bisa jadi cuma 5 menit saja yang ia ketahui, akan tetapi kalau diamalkan itu jauh lebih baik," tutur peraih gelar doktor di dua kampus: UIN Alauddin Makassar dan University Kebangsaan Malaysia.


Dai yang identik dengan kemeja koko dan peci putih ini menambahkan, metode ceramahnya yang kerap membuat jemaahnya terpingkal-pingkal, yang juga tersebar di YouTube, ternyata tidak hanya digemari kalangan dari pemeluk Islam saja. Das'ad mengakui di tempat keramaian sering disapa pemeluk agama lain yang mengaku suka menonton ceramahnya di YouTube.

"Saya biasa disapa pemeluk agama lain, bahkan baru saja seorang pendeta Kristen menyapa saya di bandara, beliau sangat respek isi ceramah saya dan mengetahui bahwa ajaran Islam itu damai dan tidak suka memaki," pungkas Das'ad.
Halaman

(idh/gbr)