Berangkatkan 28 Guru ke Jepang, Bunda PAUD Sulsel Raih Pin Emas

Berangkatkan 28 Guru ke Jepang, Bunda PAUD Sulsel Raih Pin Emas

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Senin, 18 Nov 2019 21:34 WIB
Foto: Pemprov Sulsel
Foto: Pemprov Sulsel
Jakarta - Ketua Tim Penggerak PKK dan Bunda PAUD Sulawesi Selatan Lies F Nurdin menjadi satu dari enam orang yang mendapat pin emas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat. Salah satu bentuk inovasi yang sudah dilakukan Bunda PAUD Sulsel adalah memberangkatkan 28 orang guru PAUD dari kabupaten/kota se-Sulsel pada Juni 2019 lalu.

"Ya saya sangat bersyukur dan merasa terkejut bisa mendapatkan penghargaan ini. Apalagi kita ini baru sebentar kan, baru satu tahunan lebih saya berkontribusi untuk provinsi," kata Lies dalam keterangan tertulis, Senin (18/11/2019).

"Tapi Alhamdulillah sudah ada beberapa inovasi yang kita lakukan sebagai Bunda PAUD. Selain itu, dilihat juga kontribusi saya selama ini di Bantaeng yang sangat perhatian kepada ibu dan anak," imbuhnya.


Penghargaan tersebut diberikan perwakilan Bunda PAUD Nasional dan juga istri Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, Wury Estu Handayani serta disaksikan Mendikbud Nadiem Makarim. Acara yang digelar di Gedung Balai Kartini, Jakarta tersebut sekaligus dilakukan peluncuran Program Penguatan Pendidikan Karakter Jenjang PAUD.

"Ya mungkin inovasi memberangkatkan 28 orang guru PAUD ke Jepang yang kita lakukan kemarin itu merupakan inovasi pertama dari PAUD di Indonesia," ucap Lies.

"Karena waktu pertemuan Bunda PAUD lalu saja saya sempat mengatakan bahwa saya memberangkatkan 28 guru PAUD ke Jepang dan langsung mendapat acungan jempol dari pusat. Bahkan dikatakan, Jakarta saja belum melakukan hal tersebut," tambahnya.

Istri dari Gubernur Sulsel ini mempunyai alasan tersendiri mengapa ia memilih Jepang sebagai negara tujuan para guru PAUD Sulsel untuk belajar. Menurutnya, Jepang merupakan negara dengan predikat PAUD terbaik di dunia dan memiliki wawasan serta sistem pendidikan yang baik.

"Saya mau ini mereka membuka wawasan bagaimana sistem pembelajarannya di sana. Jadi ayo kita lihat bagaimana cara anak-anak Jepang itu cepat mandiri, saling menyayangi, saling menghormati dan bagaimana mereka bisa disiplin," terang Lies.

Selain program memberangkatkan guru PAUD ke Jepang yang rencananya akan dilaksanakan secara rutin selama lima tahun ke depan, kata Lies, dalam waktu dekat ini juga sedang memprogramkan kedekatan anak-anak pada buku bacaan.

Ke depannya, Lies berharap agar anak-anak dapat mengemban pendidikan di PAUD terlebih dahulu sebelum mereka memasuki jenjang sekolah dasar. Hal ini dikarenakan pentingnya menanamkan pendidikan karakter sejak dini, serta mampu melatih motorik mereka untuk tumbuh dengan baik.

Perwakilan Bunda PAUD Nasional, Wury Estu Handayani menyampaikan apresiasi yang sangat besar kepada Bunda PAUD melalui sambutannya.

"Pendidikan karakter yang dilakukan saat usia dini dapat menjadi fondasi sebelum pendidikan kognitif lainnya diberikan. Oleh karena itu, peran Bunda PAUD sangat penting sekali dalam proses penanaman karakter unggul dalam anak usia dini," jelas Wury.


Sementara itu, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan diperlukan adaptasi yang kuat pada era yang sangat dinamis ini. Apalagi dengan bantuan teknologi kita dituntut untuk beradaptasi dengan cepat.

"Oleh karena itu kita harus membekali anak-anak kita dengan kemampuan beradaptasi yang mumpuni. Kita juga harus membekali mereka dengan karakter pengetahuan dan keterampilan yang paling dibutuhkan di era sekarang dan masa depan," ungkap Nadiem. (akn/ega)