Belasan Dirawat, Halal Bihalal 'Dimeriahkan' Keracunan
Rabu, 16 Nov 2005 02:28 WIB
Sukoharjo - Acara Halal Bihalal yang diadakan persatuan istri-istri polisi atau Bhayangkari Polres Sukoharjo berujung menyedihkan. Puluhan dari mereka diduga keracunan makanan yang dihidangkan, tidak kurang dari sebelas orang terpaksa harus rawat inap di rumah sakit.Acara yang digelar Selasa, (15/11/2005) dari pukul 09.30 WIB hingga 12.30 WIB itu berlangsung meriah di Mapolres Sukoharjo. Cium pipi kanan kiri dan peluk sana peluk sini mewarnai rangkaian acara, layaknya acara ibu-ibu pada umumnya. Apalagi acara yang digelar adalah acara tradisi halal bihalal yang sangat selalu menimbulkan suasana keakraban.Dalam acara yang dihadiri ratusan istri polisi di jajaran Polres Sukoharjo itu dihidangkan makanan yang pengadaannya dilakukan oleh salah seorang anggota Bhayangkari Sukoharjo sendiri. Menunya cukup menarik, sambal goreng ayam dan telur. Namun karena jam yang nanggung, sebagian besar dari para ibu itu membawa pulang suguhan tersebut.Namun setelah mengonsumsi makanan tersebut, mereka merasakan sesuatu yang tidak beres. Kepala pusing, perut mual dan bahkan tidak sedikit yang hingga muntah-muntah. Oleh keluarganya ada yang dibawa ke dokter praktek, namun tidak sedikit yang dilarikan ke beberapa rumah sakit di Sukoharjo maupun ke Kota Solo.Kebanyakan korban yang diduga keracunan itu mulai berdatangan ke rumah sakit sejak pukul 15.00 WIB, bahkan ada pula yang baru memperlihatkan reaksi mengkhawatirkan pada malam hari. Terkakhir korban yang datang ke RSUD Sukoharjo pada pukul 23.00 WIB tadi. Termasuk diantaranya beberap istri para perwira.Di RSUD tercatat ada 22 korban yang datang, tujuh diantaranya harus menginap karena perlu mendapat perawatan intensif. 14 pasien dilarikan ke RS Nirmala Suri, Sukoharjo, empat di antaranya rawat inap.Masih ada juga pasien yang dibawa ke RS dr Oen Solobaru Sukoharjo, RS Islam Surakarta dan RS Islam Kustati Solo. Belum diketahui data jumlah korban yang dilarikan ke ketiga rumah sakit itu, termasuk berapa yang harus menginap.Seorang petugas Unit Rekam Medik UGD RSUD Sukoharjo mengatakan bahwa sampel sisa makanan dan muntahan korban akan segera dikirim ke Semarang untuk diteliti lebih lanjut tentang kemungkinan kandungan zat berbahaya di dalamnya.Berdasarkan informasi di Polres Sukoharjo, tidak kurang dari 60 anggota Bhayangkari dan keluarganya yang diduga keracunan tersebut. Jumlah itu dimungkinkan bertambah, mengingat belum ada laporan adanya korban lain yang berasal dari sejumlah Polsek di seantero Sukoharjo.Sedangkan Ny D, istri salah satu anggota Polres Sukoharjo yang memborong pengadaan makanan itu hanya bisa menangis. Dia tidak mampu memberikan keterangan apapun tentang peristiwa yang sama sekali tidak diharapkannya itu.
(atq/)











































