detikNews
2019/11/18 17:56:55 WIB

Gerindra: Anies Nggak Ada Janji Tak Ada Penggusuran

Arief Ikhsanudin - detikNews
Halaman 1 dari 2
Gerindra: Anies Nggak Ada Janji Tak Ada Penggusuran Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Gerindra membela Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang diserang PDIP gegara dituding ingkar janji terkait penggusuran di Sunter, Jakarta Utara (Jakut). Menurut Gerindra, Anies tak pernah berjanji tak ada penggusuran.

"Nggak. Nggak ada janji nggak ada penggusuran," ucap Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik kepada wartawan, Senin (18/11/2019).
Selaku partai pengusung, Gerinda menyampaikan, Anies akan membereskan masalah Jakarta jika terpilih. Dia mengatakan Anies berjanji menata Jakarta dengan membereskan masalah terkait lahan pemerintah.

"Setahu saya nggak ada (janji kampanye tanpa menggusur). Makanya tergantung lokasinya apa. Tanah siapa itu? Kalau tanah pemerintah ya diberesin," ucap Taufik.

Dia menyebut yang penting pemerintah sudah berupaya menawarkan solusi masalah tempat tinggal warga. Taufik memberi contoh program rumah DP Rp 0 dan rusunawa.

"Iya, kan ada DP Rp 0, ada rusunawa," tuturnya.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu mencontohkan penataan Kampung Akuarium. Masyarakat Kampung Akuarium, menurutnya, akan dipindahkan ke Rumah Susun yang dibangun di lokasi.

"Kan digusur, dibikin shelter di situ, didata orang yang tinggal di situ. Karena di situ akan dibangun rumah susun ke atas. Penghuni siapa? Orang di situ," ucap M Taufik.

Diketahui, Pemkot Jakarta Utara melakukan penggusuran di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Objek yang digusur yakni bangunan dan tempat usaha warga.

Pemkot Jakarta Utara juga sudah memberikan penjelasan soal penggusuran di kawasan Sunter Jaya tersebut. Pemkot menegaskan sosialisasi sudah dilakukan dan warga setuju pindah, namun ada yang memprovokasi.

"Sebelum penataan, sosialisasi telah dilakukan sejak September lalu. Kolaborasi dengan sebagian besar warga untuk pemindahan telah dilakukan agar berlangsung damai. Namun, sebagian warga yang menyewakan lahan secara ilegal justru memprovokasi situasi damai tersebut," kata Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim, dalam keterangan tertulis yang diunggah di situs Pemprov DKI, Senin (18/11).


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com